Cari

5 Jenderal Yang Menantu Jenderal, Ada yang Miliki Kekayaan hingga Triliunan

Posted 12-03-2022 08:42  » Team Tobatimes
Foto Caption: Sosok Berpangkat Jenderal

Ternyata beberapa yang menjabat sebagai Jenderal di Indonesia memiliki hubungan kekeluargaan satu sama lain, seperti menantu dan mertua.

Tak hanya menjabat sebagai Jenderal, mereka juga sukses di berbagai bidang hingga tercatat dalam Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) memiliki total kekayaan hingga triliunan.

Berikut 5 sosok yang berhasil berpangkat Jenderal karena mertua : 

1. Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono yang sering disapa dengan SBY lahir di Kabupaten Pacitan (9 September 1949) dan Presiden Indonesia ke-6 yang menjabat sejak 2004 hingga 2014.

SBY adalah Presiden pertama di Indonesia yang terpilih melalui jalur pemilihan umum tahun 2004, dan berhasil melanjutkan pemerintahan untuk periode kedua tahun 2009.

SBY adalah menantu dari Jenderal Sarwo Edhie yang menjabat sebagai Komandan Kopassus, yang menikahi Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono. 

Karir militernya bermula dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tahun 1973 yang mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa sebagai murid lulusan terbaik dari Tri Sakti Wiratama.

Setelah lulus Ia menjabat sebagai Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad tahun 1977 hingga 1978, Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad tahun 1979 hingga 1981, dan Paban Muda Sops SUAD tahun 1981 hingga 1982.

Bagi SBY Pendidikan sangat penting sehingga Ia melanjutkan pendidikannya ke US Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat pada tahun 1991, dan bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad tahun 1993 hingga 1994, Asops Kodam Jaya tahun 1994 hingga 1995 dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro di Tahun 1995.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina tahun 1995 hingga 1996 dan  Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI dengan pangkat Letnan Jenderal.

Tak hanya itu saja, SBY juga melebarkan sayap pada dunia politik sehingga karir militernya yang terhenti ketika Ia diangkat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi di tahun 1999 saat pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid.

Dalam Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2019, Ia melaporkan kekayaan berupa tanah dan bangunan, harta bergerak, benda yang bergerak lainnya, giro, tabungan dalam bentuk rupiah dan dollar AS yang ditotalkan sebesar Rp. 7.616.270.204. 

2. Letnan Jenderal Prabowo Subianto

Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang sering disapa dengan Prabowo lahir di Jakarta (17 Oktober 1951).

Seorang politisi, pengusaha dan perwira tinggi militer Indonesia.

Prabowo adalah menantu dari Jenderal Soeharto sebagai Presiden ke-2 di Indonesia, yang menikahi Titiek Soeharto pada tahun 1983.

Prabowo merupakan anak ketiga dan putra pertama, ibunya Bernama Dora Soemitro dan ayahnya bernama Soemitro Djojohadikusumo adalah seorang pakar ekonomi dan politisi Partai Sosialis Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Natsir dan Menteri Keuangan pada Kabinet Wilopo.

Prabowo alumni dari SD (Hongkong), Victoria Institution (Kuala Lumpur, Malaysia), International School (Swiss), dan American School in London, United Kingdom.

Karir militernya mulai dari tahun 1974 hingga 1998 yang dimulai dari pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah. 

Sepak terjang karir militernya di TNI Angkatan Darat pada tahun 1974 sebagai seorang Letnan Dua setelah menyelesaikan Akademi Militer di Magelang, yang bertugas di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) dan pasukan khusus Angkatan Darat.

Selain itu, Prabowo menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 (Yonif Para Raider 328/Dirgahayu), pasukan para raider di Kostrad dan menjabat sebagai kepala staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 ( Brigif Para Raider 17/Kujang I).

Karirnya pun semakin bersinar dengan Kembali ke pasukan khusus yang dikenal dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Ia pun menjabat sebagai komandan Grup 3/Sandhi Yudha.

Tak hanya itu, Prabowo menjabat sebagai wakil komandan dalam pimpinan Brigadir Jenderal Agum Gumelar dan Brigadir Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo.

Di Tahun 1995 diangkat sebagai Komandan Jenderal Kopassus dengan pangkat Mayor Jenderal, berselang tiga tahun Ia berhasil menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat dan jabatan ini pernah disandang oleh ayah mertuanya yaitu Presiden Soeharto. 

Prabowo juga melebarkan sayapnya dalam dunia bisnis yang memimpin dua puluh tujuh perusahaan di Indonesia dan di luar negeri.

Ia menjabat sebagai Presiden dan CEO PT Tidar Kerinci Agung yang bergerak dalam bidang migas, pertambangan, pertanian, kehutanan, dan pulp dan PT. jaladri Nusantara yang bergerak di bidang perikanan.

Prabowo juga aktif dalam dunia politik yang mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Partai Gerindra pada tanggal 6 Februari 2008 yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP). 

Dalam Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2019, Ia melaporkan kekayaan bersih senilai Rp. 2 Triliun.

Total kekayaannya sebesar Rp 1,579 triliun dan US$ 7,57 juta, termasuk 84 ekor kuda istimewa yang sebagian harganya mencapai 3 miliar per ekor serta sejumlah mobil mewah seperti BMW 750Li dan Mercedes Benz E300.

3. Jenderal Andika Perkasa

Jenderal Muhammad Andika Perkasa yang sering disapa dengan Andika, lahir di Bandung (21 Desember 1964), adalah seorang Panglima Tentara Nasional Indonesia ke-21.

Dalam kemiliteran Namanya sangat terkenal karena Ia merupakan Panglima TNI tertua sepanjang sejarah.

Andika adalah menantu dari Jenderal A.M. Hendropriyono sebagai Mantan Kepala Intelijen Negara, yang menikahi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati.

Andika pernah menempuh Pendidikan Sarjana Ekonomi di dalam negeri dan meraih tiga gelar akademik Strata-2 (M.A., M.Sc., M.Phil) serta 1 gelar akademik Strata-3 (Ph.D) dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Amerika Serikat.

Karir militernya bermula saat menjabat sebagai perwira pertama infanteri di jajaran korps baret merah (Kopassus) Grup 2 /Para Komando dan Satuan-81 /Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun.

Setelah mendapatkan penugasan di Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Mabes TNI-AD kembali bertugas di Kopassus sebagai Komandan Batalyon 32/Apta Sandhi Prayuda Utama, Grup 3/Sandhi Yudha.

Karirnya semakin bersinar saat ditunjuk sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), menggantikan Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa purna tugas.

Dalam Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2021, Ia melaporkan kekayaan berupa mobil merek Landrover Sport 3.0 V 6 AT tahun 2014 dan Mercedes-Benz Sprinter 315 tahun 2018 senilai Rp. 2,6 Miliar.

Tak hanya itu Ia juga memiliki kekayaan dari harta bergerak lainnya senilai Rp. 10,1 Miliar, surat berharga senilai Rp. 2,1 Miliar, terdapat kas setara Rp. 126 Miliar dan total kekayaannya sebesar Rp. 179.996.172.019.

4. Letnan Jenderal Maruli Simanjuntak 

Letnan Jenderal Maruli Simanjuntak yang sering disapa dengan Maruli lahirnya Bandung (27 Februari 1970), adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad TNI-AD).

Maruli adalah menantu dari Jenderal Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, yang menikahi Paulina Pandjaitan.

Maruli Simanjuntak menempuh pendidikan di Akademi Militer tahun 1992 yang berpengalaman di Infanteri Kopassus dan Detasemen Tempur Cakra, berkat kerja kerasnya Ia dipercaya menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) 21 Grup 2/Sandhi Yudha periode 2019.

Tak hanya itu dalam tahun yang sama Ia juga naik jabatan sebagai Komandan Sekolah Komando Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus) hingga 2010, dilanjutkan karir militernya menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 1/Para Komando, dan pernah menjadi Asisten Operasi Komandan Jenderal Kopassus periode 2014.

Dalam sepak terjang karir militernya sangat bersinar, Maruli Simanjuntak pernah menjabat sebagai Komandan Group A Paspamres periode 2014 hingga 2016, selanjutnya menjadi Komandan Korem 074/Warastratama periode 2016 hingga 2017, lalu menjabat sebagai Wakil Komandan Paspampres periode 2017 hingga 2018.

Karirnya pun makin bersinar menjadi Kasdam IV/Diponegoro dan Komandan Paspampres periode 2018, selanjutnya dilanjutkan menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana periode 2020 hingga 2022, hingga saat ini Ia masih aktif dengan jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat ke-43.

Dalam Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2022, Ia melaporkan kekayaan berupa tanah dan bangunan mencapai 9 bidang sebesar Rp. 16,76 Miliar, kendaraan motor yaitu Piaggio, Kawasaki dan BMW K-75 Solo sebesar Rp. 109 Juta.

Selain itu, Ia juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp. 1,12 Miliar, Surat berharga mencapai 3,3 Miliar dan setara kas mencapai Rp. 17,34 Miliar dan total kekayaan terdaftar mencapai Rp. 51,77 Miliar.

5. Jenderal Dudung Abdurachman

Jenderal Dudung Abdurachman yang sering disapa dengan Dudung lahir di Bandung (19 November 1965, adalah kepala staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Dudung adalah menantu dari Jenderal Cholid Ghozali sebagai Perwira Tinggi Angkatan Darat, yang menikahi Rahma Setyaningsih.

Dudung menempuh pendidikannya dari SD hingga SMA di Kota Bandung (1972 hingga 1985), selanjutnya Ia pun mendaftarkan diri di Akademi Militer Magelang.

Karir militernya bermula saat menjabat sebagai Letnan Dua sampai Letnan Satu mulai dari  Danton III hingga I di Kompi B Yonif 744/Satya Yudha Bakti, dilanjutkan dengan Kasi 2 Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama, dan menjabat sebagai Kapten di Dankipan A Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama.

Selain itu Ia juga pernah menjabat menjadi Mayor dengan jabatan Wadan Yonif 410/Alugoro, Kasdim 0733/BS Semarang dan pabandyaops Kodam II/Sriwiajaya.

Tak hanya itu, Ia juga pernah menjabat sebagai Letnan Kolonel mulai dari Dan Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya, Dandim 0406/ Musi Rawas dan Pabandya 2/Lurjahril Mabesad.

Sepak terjangnya semakin bersinar dengan menjabat sebagai Kolonel, Brigadir Jenderal, Mayor Jenderal, Letnan Jenderal hingga menjadi jenderal sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat dari tahun 2021 hingga saat ini.

Dalam Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2020, Ia melaporkan kekayaan berupa dua bidang lahan dan bangunan di Kota Magelang dan Bandung sebesar Rp. 640.000.000.

Selain itu, ia memiliki tiga unit kendaraan yaitu mobil Toyota Veloz tahun 2019, Toyota Fortuner tahun 2020, motor Honda PCX tahun 2020 yang mencapai Rp. 737.000.000, memiliki setara kas senilai Rp. 110.870.275 Juta, utang Rp. 402.406.000 Juta dan sehingga total kekayaannya mencapai sebesar Rp. 1.085.464.275.

Dikutip dari Tribun Medan