Cari

Anggota Ormas di Percut Seituan Menggila, Warga Diseret di Aspal Hingga Luka-luka

Posted 05-03-2022 09:13  » Team Tobatimes
Foto Caption: Irwansyah (39) warga Dusun 15 Semar, Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang yang dianiaya preman dari organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) saat melapor ke Polda Sumut, Jumat (4/3/2022).

TOBATIMES, MEDAN - Tindak aksi brutal ormas makin menjadi-jadi. Di Kecamatan Percut Seituan, seorang lelaki bernama Irwansyah (39) dipukuli, hingga diseret di aspal oleh anggota ormas.

Akibat kejadian tindak brutal ormas ini, korban yang merupakan warga Dusun 15 Semar, Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara mengalami luka di kepala dan kaki.

Korban menyebutkan, aksi barbar anggota ormas ini terjadi pada Rabu, 2 Maret 2022 kemarin.

Pengeroyokan bermula ketika rekannya bernama Putra tiba-tiba dihajar belasan pria yang disebut anggota ormas di Desa Saentis.

Merasa kasihan temannya dihajar, dia pun berusaha melerai agar belasan preman itu berhenti menganiaya.

Saat berusaha melerai rupanya dia pun ikut menjadi bulan-bulanan preman tersebut.

Dia dihajar di dalam rumahnya sendiri dan disaksikan adik kandung perempuannya.

"Saya enggak tau masalahnya, tiba-tiba mereka menyerang saya. Jadi makanya saya melerai tetapi malah saya yang dipukuli, saya diseret juga," kata Irwansyah di depan SPKT Polda Sumut, Jumat (4/3/2022).

Atas kejadian itu pun Irwansyah bersama adiknya membuat laporan ke Polda Sumut dengan nomor laporan polisi STTLP/416/III/2022/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.

Dia menyebut mengenal para pelaku utama yang menghajarnya hingga babak belur.

Beberapa diantaranya bernama Gea, Dani, Bembeng sama Aziz.

Mereka disebut anggota ormas berseragam loreng orange hitam.

"Kejadian itu sore. Sebagian kenal, Gea, Dani, Bembeng sama Aziz.Mereka ormas, orang PP," ucapnya.

Sementara itu, Sari, adik korban mengaku pria yang datang ke rumahnya hampir mencapai 20 orang.

Abangnya dicekik dan dianiaya seperti bukan manusia.

"Dia dicekik, diseret-seret ke aspal, dipukuli. Kalau yang mukuli banyak, sekitar 4-5 orang. Cuma disitu rame kali, sekitar 15-20 orang," ucapnya.(cr25/tribun-medan.com)

Dikutip dari Tribun Medan