Cari

Isu Edy-Ijeck Pecah Kongsi Hingga Pasangan Ketiga

Posted 04-03-2022 19:24  » Team Tobatimes
Foto Caption: Musa Rajekshah (kanan) membantu memakaikan kancing baju Edy Rahmayadi (kiri), saat menghadiri perayaan Imlek bersama Hati Emas (Harapan Tionghoa Untuk Eramas), di Jalan Pembangunan no 41 Medan Helvetia Timur, Jumat (16/2/2018).

TOBATIMES, MEDAN - Kabar soal pecah kongsi antara Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Wakilnya Musa Rajekshah atau Ijeck kembali santer beredar akhir-akhir ini.

Keduanya disebut-sebut mulai tak akur karena berbagai persoalan.

Menurut Pengamat Politik asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar menilai, isu Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah akan pecah kongsi pada Pilkada 2024 dikarenakan dua hal.

Pertama, kata dia, karena Musa Rajekshah kini telah menjadi Ketua DPD Golkar Tingkat I Sumatera Utara.

Kedua, adanya sayup-sayup, bisik-bisik politisi dan jurnalis yang membincangkan Eramas sudah pecah kongsi (pekong)

"Dengan itu banyak yang memaknai (Ijeck sebagai Ketua DPD Golkar) sebagai kesiapan run for Sumut 1 pada Pilgub 2024," ujar Shohibul kepada tribun-medan.com, Kamis (3/3/2022).

Menurutnya, Musa Rajekshah tentu diinginkan oleh orang di sekelilingnya untuk tampil, dan itu sangat wajar lantaran merupakan ambisi utama partai politik adalah berkuasa.

Namun, Shohibul mengaku belum mengetahui apakah isu terkait pecah kongsi Edy-Ijeck ini benar terjadi.

"Saya tidak tahu kebenaran bisik-bisik pekong itu. Benar atau tidak, saya berharap mereka berdua harus menjaga agar
tidak sampai terekspos ke luar. Rakyat tidak senang hal seperti itu," katanya.

Di atas segalanya, kedua faktor itu memang dapat dijadikan sebagai argumen untuk
menyatakan bahwa Eramas potensial maju dengan pasangan yang berbeda.

Menurut Shohibul, jika Edy-Ijeck benar-benar maju dengan pasangan baru pada 2024, ini akan menjadi "karpet merah" bagi pasangan ketiga.

"Jika mereka tidak berusaha rujuk secepatnya, sebelum ayam berkokok besok pagi, dan memilih memperturutkan kata hati untuk maju dengan pasangan yang berbeda pada pilgub 2024, maka itu bermakna karpet merah untuk pasangan ketiga," ungkapnya.

Diminta Banyak Senyum

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh memberikan masukan kepada Gubernur Edy Rahmayadi yang kebetulan hadir selama pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) NasDem Sumut, yang diadakan di sekretariat DPW NasDem Sumut, Kamis (3/3/2022).

Menurut Surya Paloh, sebagai mantan prajurit yang menjadi Kepala Daerah, Edy perlu belajar berkomunikasi dan mengajak orang untuk tertawa.

"Dalam membangun sebuah komunikasi memang saya kadang-kadang bisik sama Edy ini. Saya tahu latar belakang beliau kan Prajurit sejati, Letnan Jenderal kita, Pangkostrad. Nah ini, jadi Kepala Daerah ini harus banyak-banyak belajar ketawa, ngajak orang ketawa, itu saja," ujarnya.

Lebih lanjut Surya Paloh mengatakan kemampuan dalam berkomunikasi mampu menimbulkan motivasi di masyarakat.

"Cocok itu kata beliau. Tapi saya belum sering latihan, ya latihan, itu saja. Jadi bagaimana kekompakan seluruh partai-partai pengusung menimbulkan motivasi kegairahan masyarakat, apapun niat baik beliau, niat baik ketulusan, kerja keras, tapi kalau tidak dimengerti, dipahami, ape bener itu nanti. Bahkan salah sangka lagi," katanya.

Ia juga mengatakan jika terjadi kesalahan dalam komunikasi, masalah yang seharusnya hanya persoalan kecil dapat terlihat seolah masalah yang besar.

"Jadi satu kesalahan saja yang minor jadi kesalahan besar. Padahal kita hidup ini dosa, kesalahan, kebodohan itu kodrat kita dan kita berkewajiban memperbaikinya," ucapnya

Akui Miliki Hubungan Baik dengan Edy

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh juga tidak memungkiri punya kedekatan personal dengan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Hal ini, kata dia, juga mempengaruhi kesediaan Partai NasDem mengusung Edy pada Pilkada 2019 lalu.

"Pertama hubungan kami ini secara personal ada lah, tidak dipungkiri, kalau enggak gak mungkin beliau ada di sini. Kedua kewajiban sebagai Partai pengusung beliau untuk mendampinginya, mensupportnya di mana dia perlukan, supaya dia berhasil. Dia tidak berhasil, ya rugi juga kita mengusungnya," katanya.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan itu juga mengatakan hubungan baik yang dijalin merupakan modal besar dalam hidup.

"Ini saya bicara logika sehat aja, ada yang salah, ada yang kurang, kita perbaiki, kalau bisa saya membantu saya bantu. Kalau juga saran mungkin katakanlah kritik tidak diterima enggak ada masalah juga, jalan saja. Tapi jelas dari modal kedekatan, emosi saja dalam hidup ini adalah satu hal modal besar untuk melanjutkan tahapan-tahapan apa saja," ucapnya.

Ia pun berharap kebijakan Edy ke depan dapat membawa dampak baik kepada warga Sumut.

"Tapi jalannya pemerintahan yang lebih mantap, lebih kompak, lebih bisa mengeluarkan positive energi itu dibutuhkan oleh rakyat Sumatera Utara. Jadi banyak kebijakan pak Edy ini yang insyaallah nantinya bisa bermanfaat bagi rakyat Sumut. Dan kewajiban NasDem untuk mendukungnya," pungkasnya.

Sekolah Komunikasi

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku mendapatkan masukan dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh terkait kepandaian berkomunikasi. 

"Saya memang benar tertatih-tatih, benar sekali beliau (Surya Paloh) menyampaikan Anda harus pandai komunikasi," ujar Edy dalam pembuakaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) NasDem Sumut, Kamis (3/3/2022). 

Edy pun mengamini masukan tersebut, menurutnya, menjadi Gubernur Sumatera Utara merupakan pengalaman pertamanya menjadi Kepala Daerah. Untuk itu, kata dia, banyak yang masih harus dia pelajari. 

"Saya kepengin itu, untuk menasehati kepada diri saya. Saya tidak terlalu pandai karena baru tiga tahun bergabung dan tak ada ilmu yang mengajarkan saya sebelum-sebelum ini," ungkapnya. 

Mantan Pangkostrad itupun mengaku tak pernah bercita-cita untuk menjadi Gubernur. Jika menjadi Gubernur merupakan cita-citanya dari awal, Edy berharap bisa bersekolah komunikasi dari awal. 

"Memang tak tahu dan tak bercita-cita saya menjadi seorang gubernur. Kalau tahu saya ini menjadi seorang gubernur, dari dulu saya sekolah tentang komunikasi ini," katanya. 

Ia juga mengakui bahwa kemampuan komunikasi sangat diperlukan khususnya dalam menjalankan pemerintahan. 

"Rupanya sangat dibutuhkan (kemampuan komunikasi), walaupun sudah disepakati bapak ketua umum, enam bulan pertama saya dilantik bersama-sama DPR kita menentukan visi dan misi. Ditentukan dan diparipurnakan dan dilaporkan sampai ke menteri dalam negeri, tak terlepas dari RPJMD tapi di perjalanan untuk mencapai misi tersebut begitu sulit sekali," ungkapnya.

Dikutip dari Tribun Medan