Cari

Peran Pihak Terzalimi 'Begal Partai' Dinilai Jadi Pemicu PD Melejit di Survei

Posted 23-02-2022 11:45  » Team Tobatimes
Foto Caption: AHY beserta kader Partai Demokrat (Ari Saputra/detikcom)

TOBATIMES, JAKARTA - Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Partai Demokrat (PD) berada di posisi ketiga tertinggi. Apa yang memicu elektabilitas Demokrat naik?

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai ada dua faktor yang berpengaruh terhadap elektabilitas Demokrat. Salah satunya, yakni peran jadi pihak terzalimi di kasus KLB Deli Serdang.

"Naiknya Demokrat dipengaruhi dua faktor yang mudah diraba. Pertama soal kepiawaian Demokrat mengelola 'begal partai' menjadi isu yang panjang. Demokrat pandai memposisikan diri sebagai partai yang dizalimi. Pemilih hatinya sensitif, mudah simpati ke sesuatu yang terkesan terzalimi," kata Adi saat dihubungi, Selasa (22/2/2022).

Adi menyebut faktor lainnya berkaitan dengan kerja Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia menyatakan AHY kini rutin bertemu dengan warga dan berpengaruh terhadap elektabilitas.

"Sepertinya juga bagian dari kerja politik Demokrat dan AHY. Misalnya AHY belakangan sering turun ketemu rakyat, rutin konferensi pers, baliho yang sudah terpasang lama, dan lainnya," ucapnya.

Adi mengatakan partai lainnya harus khawatir dengan pergerakan Partai Demokrat menjelang Pemilu 2024. Namun dia menilai PDIP dan Gerindra tetap berada di posisi aman.

"Melihat survei Litbang Kompas, tentu semua partai layak khawatir kecuali PDIP dan Gerindra. Karena pemilih cukup dinamis dan sangat cair. Antarpartai saling kanibal. Saling berebut ceruk pemilih. Golkar sekalipun disalip, sangat mungkin reborn karena Golkar punya mesin politik solid, terutama di tikungan akhir," ujarnya.

"Partai di luar PDIP dan Gerindra pemilihnya cenderung fluktuatif dan bahkan sebagian mengecil. Sementara PDIP atau Gerindra cenderung stabil selalu di tiga besar. Tapi sekali lagi ke depan peta masih dinamis sekali. Terutama kalau Demokrat mengandalkan elektabilitas partai karena kesan dizalimi, tentu sangat riskan," lanjut dia.

Meski begitu, Adi juga mewanti-wanti Demokrat terkait capaiannya dalam survei Litbang Kompas tersebut. Dia menilai calon pemilih bisa saja pindah haluan jika Demokrat tak pintar memainkan isu.

"Meski masuk tiga besar, Demokrat terlihat pusing tujuh keliling karena dari total pemilihnya, ada 62,8 persen puas dengan kerja Jokowi-Ma'ruf Amin. Kalau tak lihai mainkan isu, pemilih Demokrat yang puas dengan Jokowi-Ma'ruf bisa pindah haluan. Itu artinya, Demokrat tak bisa galak-galak ke Jokowi," tuturnya.

Survei Litbang Kompas

Survei Litbang Kompas terhadap elektabilitas partai menunjukkan hasil mengejutkan. Versi survei tersebut, Partai Demokrat kini masuk 3 besar parpol dengan elektabilitas tertinggi.

Survei Litbang Kompas digelar pada 17-30 Januari 2022 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Responden ditanya melalui wawancara tatap muka. Menggunakan metode tersebut, tingkat kepercayaan survei ini 95% dengan margin of error plus-minus 2,8%.

Hasilnya sebagai berikut:
- PDIP 22,8%
- Gerindra 13,9%
- Demokrat 10,7%
- Golkar 8,6%
- PKS 6,8%
- PKB 5,5%
- NasDem 3,5%
- PPP 2,8%
- PAN 2,5%
- Perindo 2,5%
- PSI 0,9%
- Hanura 0,6%
- PBB 0,6%
- Garuda 0,4%
- Lainnya 0,3%
- Tidak tahu/rahasia 17,6%

Dikutip dari Detik.com