Cari

Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Daerah Papua Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon Meninggal Dunia

Posted 14-02-2022 22:54  » Team Tobatimes
Foto Caption: Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya saat menjabat Asintel Kasdam Jaya, Kodam Jaya. (ISTIMEWA)

TOBATIMES.COM, PAPUA - Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua, meninggal dunia pada Senin (14/2/2022) sore di Jayapura, Papua.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun-Papua.com, Kabinda Papua mengalami serangan Jantung tepatnya pukul 17.40 WIT, di Rumah Makan Horex, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Abdul Haris Napoleon sempat dilarikan ke RS Dian Harapan Waena, guna mendapatkan pertolongan. Namun, tepat pukul 18.12 WIT ia dinyatakan meninggal dunia oleh dokter RS Dian Harapan.

Sekadar diketahui, berdasarkan laporan awal disampaikan, selanjutnya akan dilakukan perawatan jenazah dan pengiriman jenazah ke Jakarta.

Gubernur Papua, Lukas Enembe turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon.

"Saya dan seluruh masyarakat Papua, menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam atas kepergian beliau,"kata Lukas Enembe kepada Tribun-Papua.com, Senin (14/02/2022) malam.

Menyedihkan, Sudah Dua Kepala BIN Derah Papua Meninggal Dunia

Sebelumnya, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha Karya gugur setelah terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Minggu (25/4/2021) lalu, sekitar 15.50 WIT.

Ia terlibat dalam tembak-menembak saat dihadang KKB. Penghadangan ini terjadi ketika iring-iringan Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri tengah melakukan perjalanan menuju Kampung Dambet.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba KKB melakukan penghadangan dan kontak tembak keduanya tak terelakan.

Kabinda yang terlibat dalam aksi tembak-menembak pun gugur.

Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen Ignatius Yogo Triyono mengatakan, pelaku diduga anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

"Dari laporan yang saya terima pelaku penembakan terhadap korban berasal dari kelompok Lekagak Telenggen," kata dia dilansir dari Antara, Minggu.

Setelah peristiwa tersebut, jenazah Kabinda Papua dibawa ke Puskesmas Beoga.

Aparat keamanantak bisa  langsung membawa jenazah ke Timika lantaran faktor cuaca dan jaringan komunikasi yang buruk.

"Sudah terlalu sore, pesawat sudah tidak berani masuk. Rencananya evakuasi besok jam 6 pagi pakai Helikopter Caracal punyanya TNI," kata Kapolsek Beoga Ipda Ali Akbar yang dilansir dari Kompas.com

Evakuasi jenazah Kabinda Papua dijadwalkan berlangsung pada Senin (26/4/2021) pagi.

Jenazah akan dibawa dari Kabupaten Puncak menuju Timika untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta.

Dimakamkan di TMP Kalibata

Setibanya di Timika, jenazah Kabinda Papua akan diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

"Saat ini telah dilaksanakan proses evakuasi dari lokasi kejadian dan besok pagi (Senin) direncanakan akan di bawa ke Timika yang kemudian diterbangkan ke Jakarta guna dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata," ujar Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (25/4/2021).

Wawan mengatakan, setelah gugur, Danny mendapatkan kenaikan pangkat.

Pangkatnya dinaikkan satu tingkat dari Brigadir Jenderal (Brigjen) menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha.

"Dinaikkan pangkatnya secara Anumerta menjadi Mayor Jenderal," kata Wawan.

Ia juga menyampaikan, kehadiran Kabinda bersama rombongan di Kampung Dambet dalam rangka observasi lapangan guna mempercepat pemulihan keamanan pasca-aksi brutal KKB yang terjadi di wilayah tersebut.

Kunjungan pimpinan tertinggi BIN Papua itu di lapangan juga sebagai upaya untuk meningkatkan moril dan semangat kepada masyarakat yang selama ini terganggu atas ulah KKB.

Akibat peristiwa ini, aparat keamanan kini melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

"Satgas BIN dibantu unsur keamanan lainnya terus melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis dan teroris (KKB) Papua tersebut," ucap Wawan.

Dikutip dari Tribun Medan