Cari

Kabar Terkini dari KASAD Dudung, Klarifikasi soal Doa Bahasa Arab hingga Sebut Hati Jokowi Bersih

Posted 08-02-2022 00:21  » Team Tobatimes
Foto Caption: KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TOBATIMES - Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden Indonesia ke-7 karena hatinya bersih

Hal itu diungkapkan oleh  Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Awalnya, Dudung menyampaikan pengalaman keagamaannya terkait berdoa.

Ia kemudian mengingatkan agar selalu menanamkan kebaikan di dalam hati.

Dudung kemudian mengungkapkan pengalamannya berbincang dengan Presiden Jokowi.

Hal itu ia sampaikan saat Coffee Morning Pimpinan Redaksi Bersama KSAD, di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).

"Saya pernah ngobrol dengan Presiden Jokowi."

"Selama saya ngobrol, bicara dengan beliau, sedikit pun beliau tidak pernah menjelekkan orang lain. Itu hebatnya presiden kita."

"Memaki orang, membicarakan orang yang jelek-jelek, beliau tidak pernah."

"Hatinya bersih sekali, makanya Tuhan menakdirkan beliau jadi Presiden."

"Kayaknya itu yang...Makanya bersih, hati kita harus bersih, pikiran bersih, ucapan bersih," tutur Dudung dikutip dari WartaKota.

Klarifikasi Dudung

Di lain sisi, Jenderal Dudung Abdurachman juga memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya yang membuatnya dilaporkan sejumlah kelompok warga ke Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad).

Adapun laporan ini berkaitan dengan pernyataan Dudung yang dianggap menyinggung umat agama tertentu saat menjadi bintang tamu di salah satu acara bincang-bincang di YouTube.

Dudung mengungkapkan bahwa dirinya berdoa kepada Tuhan menggunakan bahasa Indonesia.

Ia juga meyakini bahwa bahasa Indonesia juga digunakan oleh masyarakat Tanah Air ketika berdoa kepada Tuhan.

"Teman-teman juga berdoa seperti ini, 'Anak saya hari ini ujian semester, mohon diberikan ketenangan, semoga bisa menyelesaikan persoalan-persoalan itu dengan baik dan nilainya bagus'. Bahasa Arabnya kan kira-kira enggak tahu kita," ujar Dudung di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), Senin (7/2/2022).

Dudung meyakini bahwa Tuhan mengerti ketika doa yang dirapalkan menggunakan bahasa Indonesia.

"Mau pakai bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Ambon, semuanya, bahasa Inggris saja Allah tahu. Karena memang Tuhan itu bukan orang Arab," ungkap eks Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.

"Jadi, bahasanya (berdoa) pakai bahasa Indonesia ya enggak apa-apa, enggak harus pakai bahasa Arab," sambung dia.

Dudung pun mengaku heran pernyataan tersebut dipersoalkan oleh kelompok masyarakat tertentu.

Dudung mengatakan, Emha Ainun Najib atau Cak Nun dulu pernah menyampaikan pernyataan yang hampir serupa.

Akan tetapi, ia heran apa yang disampaikan Cak Nun tidak dipersoalkan.

"Karena Dudung yang ngomong, kejang, benar enggak?" kata Dudung.

Sebelumnya, Koalisi Ulama, Habaib, dan Pengacara Anti Penodaan Agama (KUHAP APA) melaporkan Dudung ke Puspomad terkait pernyataannya ketika menjadi bintang tamu di acara bincang-bincang di YouTube.

Koordinator KUHAP APA Damai Hari Lubis mengatakan, pernyataan Dudung tidak mencerminkan tupoksinya sebagai perwira tinggi TNI AD.

"Jadi tidak sepantasnya secara etika dan secara hukum," kata Damai dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (30/1/2022).

Dalam pandangan Damai, ucapan yang disampaikan Dudung tidak elok.

Menurut dia, pernyataan Dudung juga sarat dengan tindak pidana formil dan mengandung delik umum.

Dikutip dari Tribun Medan