Cari

Thesa Bela Ayah Tirinya: Dialah Seorang Bapak yang Membantu dan Menemani Mama untuk Membesarkan Kami

Posted 02-02-2022 10:51  » Team Tobatimes
Foto Caption: ua adik Yanti Nainggolan bersama ibu dan ayah tirinya, Simanjuntak. (Facebook)

TOBATIMES, MEDAN - Thesa Leonika Nainggolan, satu dari antara dua adik perempuan Reftania Yanti Nainggolan, membantah penjelasan dari sang kakak terkait kericuhan keluarga di HKBP Tanjung Mulia pada Sabtu (29/1/2022) kemarin.

Sebelumnya, pada Minggu (30/1/2022), pengantin perempuan, Yanti Nainggolan, memberikan klarifikasi bahwa kericuhan yang terjadi sebelum pemberkatan pernikahannya digelar karena sinamot (mahar dalam adat Batak) tidak jatuh ke tangan sang ibu kandung, Asima Sitorus, dan ayah tirinya bermarga Simanjuntak.

Karena ibunya sudah menikah lagi dengan marga Simanjuntak tersebut, maka sinamot jatuh ke tangan saudara kandung dari ayahnya, bermarga Nainggolan.

Namun, pernyataan Yanti Nainggolan itu  langsung mendapat tanggapan dari adiknya, Thesa Leonika Nainggolan. Bantahan ini juga turut di-posting di akun facebooknya.

"Putri kami disembunyikan dari awal kejadian bahkan sampai saat mereka mangalua, martuppol dan saat menerima pemberkatan nikah." Asima Sitorus

Sang adik menjelaskan, ini bukan persoalan masalah sinamot. Tapi soal itikad baik dari pihak laki-laki dan juga kesadaran hati dari sang kakak agar menghormati ibu yang melahirkannya. 

"Menangis melihat kakak buat video klarifikasi. Jauh 180 derajat pembicaraan yang berbalik,"kata Thesa.

"Coba lihat keluarga Siburian itu Nia! Ada memberitahu kalau kakak mau menikah dengan anaknya? TIDAK!!! Itulah yang diharapkan orangtua kita, mama kita yang telah membesarkan kita,"pungkas Thesa.

Thesa membenarkan kalau ibunya memang telah menikah lagi dengan Simanjuntak, hal itu karena bapak kandung mereka tidak mengurus anak-anaknya dengan baik karena menikah lagi dengan wanita lain.

"Semua manusia tau kak kalau kita dari dulu sudah dibuang oleh bapak kandung kita. Aku dan adikku diculik, dibawa ke kampung selama 8 bulan pada tahun 2010. Karena bapakku menikah lagi, dibalikkan lah kami sama orangtua kami yaitu mama kami. Dari kecil aku tahu (melihat) bagaimana perjuangan mama buat kita bertiga,"jelas Thesa.

Thesa juga mengakui, kalau sang kakak bisa menyelesaikan perkuliahan karena sambil bekerja. Tapi sang ibunya telah memperjuangkannya dari TK hingga SMK.

"Benar kau kerja untuk melanjutkan sekolah tinggi, tapi tanpa TK, SD, SMP, SMK, kakak nggak akan bisa kuliah ya," jelas Thesa.

"Sekolah, TK, SD, SMP, SMK, pun adalah hasil perjuangan seorang ibu yang menyekolahkan dan menghidupkan kami. Dari kecil aku yang tau bagaimana perjuangan mama buat kita bertiga," lanjut Thesa.

Intinya, kata Thesa, tidak ada sangkut pautnya membuat situasi semakin buruk karena marga Simanjuntak.

"Dialah seorang bapak (Simanjuntak) yang membantu dan menemani mama untuk membesarkan kami," jelas Thesa.

Thesa pun menjelaskan perubahan sikap sang kakak, Yanti Nainggolan, terjadi setelah dia mengenal pria bermarga Siburian (saat ini menjadi suami kakaknya).

"Beginilah kebahagiaan kami selalu sebelum kakakku mengenal marga Siburian," tulis Thesa dalam keterangan foto kenangan kebersamaan keluarga mereka bersama ibu dan ayah tirinya Simanjuntak.

"Tidak ada sangkut pautnya membuat situasi semakin buruk karena marga Simanjuntak. Dialah seorang bapak (Simanjuntak) yang membantu dan menemani mama untuk membesarkan kami."

Thesa Nainggolan.

Tidak ada pemberitahuan

"Semua pengorbanan sudah dilakukan oleh orang tua kandung kami dan keluarga besar kami. Tiba-tiba (keluarga) mengetahui dari orang lain sudah ada partumpolan."

"2 Minggu menunggu agar datangnya pihak laki-laki juga tidak datang, sehingga kamilah yang menemui rumah si laki-laki ini. Tapi mereka tidak membukakan pintu."

"Agar semua memahami apa yang terjadi, kakak ku tidak keluar dari gereja, karena dari tanggal 28 Januari 2023 sebelum menikah, dia sudah disembunyikan," jelas Thesa.

Meski begitu sikap sang kakaknya saat ini, Thesa tidak ingin dendam, ia akan menerima kakaknya dalam keadaan apapun.

"Waktu Tuhan pasti yang terbaik buat kita balik ya kak. Tuhan yesus memberkati mu," tutup Thesa.

Penjelasan sang Ibu, Asima Sitorus.

"Putri kami disembunyikan dari awal kejadian bahkan sampai saat mereka mangalua, martuppol dan saat menerima pemberkatan nikah. 

Tidak ada pemberitahuan kepada saya ibu kandungnya sendiri, bahkan kami dari pihak mempelai perempuan sudah datang dan menjumpai Pendeta untuk menanyakan bagaimana kejelasannya atas maluanya dan pemberkatan nikah putri saya yang bernama Reftania Yanti br. Nainggolan bisa melakukan malua, martuppol & bahkan adat pernikahan yang akan dilangsungkan di gereja tersebut tanpa menanyakan siapa orang tua kandung putri kami.

Namun jawaban pendeta O.Sihite selalu berubah di setiap pertemuan, kami datang menjumpai pendeta sebanyak 4 kali namun di setiap pertemuan jawaban pendeta O. Sihite selalu berbeda, kami berharap & berdoa kepada semua saudara-saudara kami agar tidak mengalami hal yang sama seperti kami.

Benar kami mengetahui pernikahanmu. Tapi jauh sebelum kamu laksanakan semua yaitu sidi, martuppol dan nikah kudus di gereja, pada waktu itu kira kira 4 bulan yang lalu semua kita bicarakan dengan penuh kebahagiaan, bahkan sampai dengan perhiasanmu dan baju pernikahanmu kamu persiapkan sedemikian rupa dan itu yang kamu katakan agar kamu bisa mandiri dan lebih dewasa untuk dirimu.

Saya sebagai orangtua sangat amat senang dengan semua perkataanmu dan hanya perhiasanlah saya yang memilih walau denganmu. Saya merasa bahagia saat itu.

Bapak Simanjuntak adalah sosok bapak yang sangat luar biasa hebat yang tidak pernah menganggap 3 anak dari Nainggolan tetap mmberi makan dan bertanggung jawab untuk kami semua, bahkan dia bangun rumah yang lebih besar untuk lebih luas kami huni.

Dan saya pun sebagai istri selalu tersanjung atas keromantisannya. Walaupun dia bekerja keras seharian untuk kami, tapi tetap setia menemani saya istrinya memasak, cuci piring hingga pel rumah dia lakukan. Amat saya berterimakasih buat suamiku tercinta bahkan melarang saya bekerja di luar karena kecintaannya akan kami semua.

Tetapi mengapa Tina Silitonga menyuruh boruku Reftania dan adiknya untuk keluar dari rumah yang telah kami bangun bahkan Alexander Siburian datang menjemput dengan membawa becak untuk mngambil semua barang milikmu.

Saya rasa kalaulah mau menjadi suami yang baik dan mau jadi mertua yang baik mengapa harus merusak keluargaku, hubungan anak dengan kami orgtuanya. Tapi biarlah kami serahkan semua hanya pada Tuhan. Karena kami tau sikap dan karakter anakku Reftania bukan itu yang sebenarnya. Ada apa dibalik ini semua?" demikian postingan sang ibu, Asima Sitorus melalui akun facebooknya.

Penjelasan Reftania Yanti Nainggolan di Sebelumnya

Terkait peristiwa keributan yang terjadi sebelum pemberkatan pernikahan di Gereja HKBP Tanjung Mulia Hilir, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu (29/1/2022) kemarin hingga kini masih menjadi perhatian publik.

Dalam tayangan video itu, Asima Sitorus datang ke gereja dan ingin bertemu putrinya bernama Eftania Yanti Boru Nainggolan.

Asima mengatakan putrinya menikah tanpa sepengetahuannya.

"Aku yang besarkan anakku sampai sarjana, anakku diambil tanpa persetujuan aku orangtuanya," kata Asima.

Hujatan pun ramai terhadap Eftania Yanti Boru Nainggolan.

Hingga akhirnya Yanti pun menjawab tuding-tudingan netizen yang menghujatnya.

Apa yang disampaikan ibunya dalam video tersebut berbeda dengan kenyataannya.

Jauh hari sebelum dia menikah, dia telah pamit kepada ibu maupun paman atau 'tulang' saudara laki-laki ibunya.

"Jauh hari sebelum pernikahan, saya sudah permisi kepada ibu dan tulang saya. Dan mereka sudah mengetahui tentang pernikahan saya dengan suami saya,"kata Yanti saat ditemui di Gereja HKBP Tanjung Mulia Hilir, Minggu (30/1/2022) Malam.

Dalam acara pernikahan tersebut, Yanti tentu melibatkan adik kandung ayahnya untuk mangamai (wali) dalam pernikahan secara adat Batak.

Bukan kepada ayah tirinya bermarga Simanjuntak seperti keinginan ibunya.

"Aku kan secara adat Batak enggak maulah menyalahi, masa jadi ke marga Simanjuntak jadi bapakku. Padahal, aku punya bapa uda (adik kandung ayahku),"ujar Yanti.

Dalam pernikahan tersebut, marga Simanjuntak selaku ayah tiri, ingin sekali mejadi wali "mangamai" tanpa mempedulikan adik kandung almarhum ayahnya, yang selama ini peduli kepadanya.

Menurutnya, ayah tirinya terlalu ikut campur dan bersikeras demi merebut sinamot atau maharnya, hingga nekat ikut mengganggu pernikahanya di gereja.

Sayangnya, menurut Yanti, netizen terlalu cepat menghujat tanpa tau duduk persoalan. Dan hanya seolah menyalahkan sikapnya kepada ibunya.

"Seolah-olah aku durhaka pada ibuku, itu opini yang tergiring. Padahal, mereka tidak tau bagaimana persoalan sebenarnya."

Simanjuntak ini terlalu ikut campur dan Simanjuntak inilah yang duluan menghujat Pendeta dan Huria HKBP.

"Padahal posisi dia siapa di keluarga kami. Inikan, dia seolah memperalat ibuku untuk mendapatkan maharku,"keluh Yanti.

Yanti sendiri meceritakan, dia ditinggal pergi sejak 3 tahun lalu oleh ibunya.

Tiga tahun belakangan, Yanti pun tinggal di rumah Kos-kosan.

Menurut Yanti, apa yang disampaikan ibunya telah membiayai dia sampai sarjana adalah mengada-ada.

Justru, Yanti sendiri memberi biaya bulananan kepada ibunya.

"Itulah aku enggak terima. Dan akhirnya, aku berhenti memberi bulanan ke mamak sejak bulan 11 tahun 2021 kemarin,"ucap Yanti.

Menurut Yanti, dulunya antara ibu dan ayahnya tidak ada keharmonisan.

Lalu, pada tahun 2015 ibunya menikah dengan marga Simanjuntak, ayah tirinya.

Kemudian, tiga tahun lalu, pada 2018, hubungan ibunya dengan ayah tirinya diadati.

Sejak itulah, Yanti tak lagi bersama ibunya, dan dia memilih ngekos.

"Persoalannya, Simanjuntak ini ingin menjadi wali. Dan bisa jadi mau mengejar sinamot, makanya dimanfaatkan mamakku,"kata Yanti.

Padahal, ketika keluarga Nainggolan, adik-adik almarhum ayahnya, mempertanyakan, apakah Simanjuntak bersedia membiayai seluruh pernikahan Yanti, menurutnya, ayah tirinya bukannya bersedia.

Melihat ayah tirinya tidak bersedia, keluarga Nainggolan, saudara-saudara kandung ayah Yanti pun tak mau melihat putri abangnya terlantar sehingga mereka membantu biaya nikah Yanti.

"Pas ditanya jauh-jauh hari, kan engak bersedia juganya. Tapi, sekarang melakukan adat, dan berdiri sendiri,"ujar Yanti.

Belakangan, menurut Yanti ibunya kembali membuat postingan yang dinggap pembohongan.

Soalnya, ibunya mengklaim bahwa biaya pernikahan dan biaya baju nikahnya di tanggung ibunya.

Dikutip dari Tribun Medan