Cari

Ternyata Ibu Yanti Sudah Ditawarkan Sinamot, tapi Menolak hingga HKBP Tempuh Jalur Hukum

Posted 02-02-2022 10:47  » Team Tobatimes
Foto Caption: Yanti Nainggolan dan Ema Sitorus (Tribun Medan)

TOBATIMES, TANJUNG MULIA HILIR - Inilah perkembangan terbaru kisruh pernikahan Yanti Nainggolan dengan Alexander Siburian yang berlangsung di HKBP Tanjungmulia Hilir,  Medan Sabtu 29 Januari 2022.

Diawali dengan video ibu kandung Yanti Nainggolan, Asima Ema Sitorus, yang mengaku borunya menikah tanpa restunya, memunculkan hujatan bertubi-tubi pada Yanti Nainggolan.

Yanti Nainggolan dicap anak durhaka oleh netizen.

Sebagian menyebut Yanti Nainggolan merupakan Si Mardan, cerita anak durhaka dari Batak.

Netizen makin terbakar karena dalam video yang viral, Yanti Nainggolan menolak pelukan ibunya yang menemuinya di ruang Konsistori HKBP Tanjung Mulia jelang pemberkatannya. 

Tak hanya itu pendeta yang memberkati pernikahan Yanti Nainggolan dengan Alexander Siburian juga kena getahnya.

Beragam hujatan netizen terlempar pada sang Pendeta Ojak Sihite yang oleh netizen dianggap telah menerima duit dari pihak pengantin.

Belakangan baik Yanti Nainggolan maupun Pendeta Ojak Sihite yang merasa tersudut akhirnya memberikan klarifikasi ke publik.

Terbaru, Pendeta Ojak Sihite dan HKBP Tanjungmulia berencana melayangkan somasi kepada Asima Ema Sitorus.

Dalam klarifikasinya Yanti Nainggolan memapar kronologi atau tahapan proses perkawinannya yang kini menjadi pembahasan bagi netizen Batak.

Begitu juga pihak HKBP Tanjung Mulai memaparkan detik-detik aksi Asima Ema Sitorus yang dianggap sengaja membuat pemberkatan pernikahan putrinya gagal.  

Menurut Yanti Nainggolan, dirinya sudah berulang kali meminta restu. Bukannya restu yang dia dapat, tapi malah caci maki dan menghujat keluarga calon suaminya.

Kepada tribun-medan.com, Yanti pun memulai menceritakan pilunya kisah hidupnya, yang diperlakukan tidak adil oleh ibu kandungnya sendiri.

Yanti menyampaikan bahwa pernikahan mereka sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Di mana mereka berencana pada tahun 2021 bahwa mereka mau melakukan pernikahan di awal tahun 2022.

"Jadi karena sudah direncanakan, lalu aku pamit ke mamak. Terus mamak bilang, oh bagus lah. Apalagi, kami pun berpacaran sudah jalan lima tahun. Lantas apalagi yang mau kami tunggu, sementara usia pun sudah cukup dan aku merasa sudah bisa membangun rumah tangga," ujar Yanti, Minggu (30/1/2022) malam di Gereja HKBP Tanjung Mulia Hilir.

Lalu, kepada Yanti ibunya bertanya. Yanti memberitau ibunya akan dilaksanakan awal tahun.

Dan kemudian tibalah waktunya untuk menikah, dan Yanti memberitahu ibunya.

Keluarga dari ibunya juga telah diberitahu Yanti, yakni adik laki-laki ibunya. Dan saat itu, nantulangnya (istri adik kandung ibunya) senang mendengar kabar Yanti menikah dan meminta dijahitkan kebaya.

"Intinya, keluarga dari "Tulang" Sitorus paman saya sudah tahu dan sudah ada boa-boaku (pemberitahuan)," ujar Yanti.

Lalu, ibunya menelpon Yanti kembali ketika waktu untuk pesta pernikahan mendekati waktunya. Dalam pembicaraan itu, ibunya bertanya, "Jelasnya kau Yanti".

Lalu Yanti menjawab, "Jelaslah mak". Disambung pertanyaan oleh Yanti kepada ibunya, "siapa yang mangamai aku (siapa yang menggantikan ayahku pada pernikahanku".

"Ya Simanjuntaklah (ayah tirimu) kata mamak. Dan kubilang, enggak bisa loh mak," sebut Yanti.

Kata Yanti, ibunya mengatakan "siapa bilang enggak bisa".

Dan Yanti menjawab ibunya,"enggak mungkin karena aku Boru Nainggolan".

Kekisruhan pun mulai lahir saat Ibunya memaksakan diri agar ayah tirinya bermarga Simanjuntak yang mengamai secara adat, bukan adik kandung almarhum ayahnya.

Bahkan, ibunya menyebut akan menemui 'raja parhata'.

Tentu, Yanti yang merasa dirinya lahir dari Marga Nainggolan keberatan dipaksa menjadi Simanjuntak.

Yanti bersikeras, apalagi adik kandung ayahnya masih ada, serta Yanti tidak mau marga ayahnya diwakili marga lain ayah tirinya.

Lalu, pengakuan Yanti ibunya mulai membentaknya dan bilang "oh sudah hebat kau ya, kau bilang-bilang sama uda mu (adik kandung ayahhmu".

Dan Yanti menjawab, "kan aku Boru Nainggolan".

Ibunya pun menurut Yanti semakin geram, dan menyebut sudah mengangap Yanti telah mati.

Yanti lalu disumpahi tidak bakal punya anak karena menolak permintaan ibunya agar Simanjuntak sebagai pengganti ayahnya pada pesta pemberkatan dan pesta adat itu.

Yanti pun gelisah, nyaris putus asa.  Setelah itu, Ibu Yanti mengadukan persoalan itu ke suadara laki-lakinya, selaku tulang keluarga Sitorus.

Yanti pun dihubungi melalui telepon dan dimarahi, lalu disuruh datang menghadapi adik kandung ibunya "tulang" Sitorus.

Yanti bersama perwakilan marga Nainggolan, lalu datang menemui pihak marga Sitorus tulangnya.

Namun, di sana sudah terlebih dulu Ibunya bersama Simanjuntak ayah tirinya tiba.

Di hadapan tulang dan ayah tirinya, Yanti terkejut dimaki-maki oleh ibunya karena tetap bersikeras menjunjung marga Ayah kandung dalam pesta pernikahan maupun adat istiadatnya.

"Binatang si Yanti ini. Memang anak anjingnya ini, perempuan enggak ada otak. Gitu kata mamakku, kekmanalah aku mau ngomong baik sama dia," ujar Yanti.

Ibunya lalu membentak dan mengatakan Yanti menganggarkan pendidikan sarjana. "Taunya aku enggak aku mengkuliahkan kau," ucap Yanti menirukan perkataan ibunya.

Karena berdebat, sebuah gelas kaca pun nyaris mendarat di kepalanya oleh ibunya yang emosi. Beruntung, istri adik kandung ibu "nantulangnya" mencegah.

Kepada Ibunya, Marga Nainggolan yang mendampingi Yanti juga sudah menawarkan bahwa Ema Sitorus tetap bersama barisan (odoran) keluarga Nainggolan sebagai ibu kandung.

Asalkan, Simanjuntak sebagai ayah tiri tidak mengambil peran sebagai ayah yang notabenenya tidak ada kaitan dengan Nainggolan.

"Nainggolan meminta, mamak ikut dan bahkan menerima sinamot. Asalkan, di uduran Nainggolan dalam perhelatan adat tanpa ada Simanjuntak agar tak menyalahi adat," terang Yanti.

Percakapan pun tak membuahkan hasil.

Ibu dan tulangnya memaksa agar mertua Yanti datang menghadapi dia dan keluarga Sitorus pamannya.

"Jangan kau anggap lagi aku tulangmu dan jangan kau anggap ini mamakmu,"kata Yanti menirukan percakapan tulangnya kepada dia.

Berselang setelah itu, sekitar 12 Januari 2022 menjelang acara "partuppolon" pra nikah, Yanti didatangi tulangnya ke kantornya tempat dia bekerja.

Yanti menolak, karena dia khawatir serta curiga akan terjadi sesuatu pada dirinya sehingga menolak untuk bertemu.

Kepada Pendeta Ojak Sihite yang memberkatinya, dia menyampaikan terimakasih.

Pendeta Ojak Sihite telah menjalankann tugasnya sebagai pendeta, mulai dari mencoba memediasi hingga memberkati pernikahannya.

Hal yang membuat Yanti sakit hati juga, saat kakek dari orang tua ibunya meninggal dia tidak dimasukkan dalam riwayat mendiang (jujur ni ngolu).

Melainkan marga Simanjuntak yang didaftarkan sebagai hela dan cucunya. Menurut Yanti, keluarga Sitorus terlalu berlebihan membela ayah tirinya Simanjuntak.

Dan anehnya, sebelumnya juga antara ibunya baik bapak tirinya marga Simanjuntak dulunya juga tidak harmonis.

Yanti sendiri juga jauh-jauh hari kurang dianggap di ruang lingkup keluarga tulangnya, Sitorus.

Begitu pun, dia masih berusaha melapangkan dada, hingga akhirnya dia bingung sendiri.

Yanti kini banyak dibully netizen, padahal menurut Yanti netizen tidak tahu persoalan dan kebenarannya.

Menurutnya, netizen terlalu beropini sendiri dan menyalahkannya karena termakan giringan opini ibunya di media sosial.

"Tapi, semoga banyaklah rezekiku dari Tuhan atas hinaan orang-orang. Hanya itu yang aku minta dari Tuhan, dan semoga cepat dapat momongan. Dan kutukan mamak itu, semogabjadi berkat buat kami," kata Yanti.

Berkaitan dengan pernyataan ibunya sudah mengkuliahkan dirinya, Yanti memberi penjelasan. Yanti tamat SMK tahun 2015, dan Yanti mulai lah stres akan melanjut ke mana.

Di kumpulan gereja, Yanti bertemu dengan temannya. Kepada Yanti, lalu ditawar berjualan tisu asalkan bisa menghasilkan duit yang menurut dia sudah dengan cara yang benar, dan 10 Juni 2015 Yanti telah bekerja.

Lalu, Yanti kuliah dan gaji pertamanya untuk 'DP' sepeda motor, serta biaya pertama masuk kuliah. Tiap bulan, Yanti membayar uang kuliah dari hasil kerja.

Begitu pun, walau sebatas SPG, Yanti tetap memberikan bulanan kepada ibunya sejak 2015 hingga November tahun 2021.

Walaupun banyak teman dan kerabat yang menyampaikan bahwa di tak seharunya memberi uang tersebut, karena ibunya sudah menikah dengan marga Simajuntak.

"Jadi, walau pun aku sampai udah ngekost, aku tetap memberi sama mamak selama ini walau pun dia udah tanggung jawab Simanjuntak. Tapi karena aku anaknya, enggak ada yang salah kalau aku memberi mamak ," sebut Yanti.

Bahkan Yanti menceritakan mamaknya pernah meminjam uang kepada pacar adeknya, dan dialah membayarnya karena hal tersebut sangat membebani pikirannya. "Dia pernah minjam duit sama pacarnya adekku. 2,5 Juta kemarin ku bayar," ujarnya.

Bahkan kata Yanti, adek-adeknya pun sebenarnya dia bantu. Karena tabungan adeknya kerap dipakai sang ibu. Padahal tabungan itu sebenarnya untuk keperluan kuliah sang adek.

"Adek ku kemarin pakai duitku untuk kuliahnya. Untuk PPL katanya. Aku kasih, aku bantu. Kata adek ku, tabunganya sering diambil mamak," ujarnya.

HKBP Tanjung Mulia Tempuh Jalur Hukum

Terbaru,  Gereja HKBP Tanjung Mulia Hilir Resort Medan Deli Distrik XXXI Medan Utara bencana menempuh jalur hukum terhadap  Asima Ema Sitorus dianggap memutar balikkan fakta pada postingannya Sabtu (29/1/2022).

"Kami akan menempuh jalur hukum, karena kami telah dirugikan dengan penggiringan opini,"ujar Pendeta Ojak Sihite, Selasa (1/2/2022).

Keputusan untuk menempuh jalur hukum, kata Pendeta Ojak telah dimusyawarahkan "Parhalado" pengurus lingkup Gereja HKBP Tanjung Mulia Hilir.

Menurut Pendeta Sihite hal ini dilakukan demi pelurusan dan pengungkapan fakta yang sebenarnya.

"Ini penting dilakukan, agar terang benderang. Saat ini publik masih terjebak dalam pengiringan opini video viral di Media Sosial itu,"kata Pendeta Sihite.

Sintua Siregar, salah satu Parhalodo gereja HKBP tersebut juga mengungkap, sebelum pemberkatan dia sudah ikut menerima kehadiran Ema Sitorus, ibu dari Yanti Nainggolan.

Persoalan pun diketahui Siregar.

Ketika itu, Ema Sitorus bersama ayah Yanti marga Simanjuntak keberatan akan dilangsungkan pemberkatan.

Pada malam itu, Ema Sitorus meminta agar kekuarga calon pengantin laki-laki datang ke rumahnya untuk adat penghormatan terhadap Ayah Tiri Yanti dan dirinya.

Sementara orang tua calon pengantin laki-laki tidak bersedia datang, karena tuntutan adat yang dikehendaki Ema Boru Sitorus telah salah.

Alasannya orang tua calon pengantin perempuan sudah menikah dengan marga Simanjuntak.

Pun begitu, bila mempelai wanita tersebut menempatkan posisinya sebagaimana mestinya pada kelompok Marga Nainggolan demi Yanti Putrinya, pihak pengantin laki-laki bersedia datang.

Kemudian, pertemuan berikut akhirnya dipertemukanlah keluarga calon pengantin perempuan dengan STM pihak pengantin laki-laki.

Lalu ditemukanlah kesepakatan pada pertemuan itu.

Intinya pihak ibu calon pengantin perempuan tidak lagi berniat menggagalkan pemberkatan.

Akan tetapi, pada hari pernikahan 29 Januaru 2022 pukul 08 pagi pihak keluarga calon pengantin perempuan sudah hadir di depan Gereja HKBP Tanjung Mulia.

Ibu pengantin perempuan bersama ayah tirinya itu pun dinilai membuat kericuhan.

"Ibu pengantin itu datang bersama Simanjuntak dengan maksud membuat rusuh acara pemberkatan itu dan makin dekat acara pemberkatan maka semakin banyaklah orang yang berdatangan. Pada intinya yang buat ribut itu adalah ibu mempelai wanita dan rombongannya,"ujar Siregar.

Menurut Siregar, Ema Sitorus yang merupakan ibu mempelai perempuan ini dari awal sudah berniat menggagalkan atau mengacaukan pemberkatan.

"Dan sudah sengaja mau mempermalukan pihak Gereja. Hal ini dapat kita lihat dengn sengaja membuat Skenario video viral di Sosmed, an pada saat direkam kelihatanlah gaya memaki, menjelek-jelekkan gereja, dan berteriak dengan dalih mau menemui borunya memberi ucapan selamat,"terang Siregar.

Merespon hal itu, pihak gereja dan pihak keluarga mempelai laki-laki maupun keluarga besar Nainggolan tidak mengijinkan.

Karena Ema boru Sitorus diketahui niat awalnya hendak membuat kacau acara tersebut.

"Kalau memang niat baik, ibu calon pengantin kan tidak dilarang hadir di gereja. Tapi, hadirlah dengan selayaknya orang tua, bukan malahbmau buat rusuh,"sebut Siregar.

Akhirnya setelah diambil langkah mediasi oleh para org tua dan PBB dicapailah kesepakatan. Pihak gereja memberi waktu kepada ibu calon pengantin perempuan, baik keluarga Sitorus diajak masuk ke ruang Konsistori.

Di sana, kata Siregar pihak-pihak yang sebelumnya bertikai sudah sepakat berdamai.

Mereka telah berjabat tangan dengan calon pengantin dan memberi ucapan selamat.

"Saya saksikan itu bersama Pdt. Ojak Sihite dan parhalado beserta beberapa orang tua. Kemudian setelah salam-salaman selesai Pdt Ojak Sihite masih memberi tempo waktu 1 jam untuk persiapan sekaligus melihat apakah masih ada pihak yang ribut atau tidak,"sebut Siregar.

Setelah melihat suasana telah kondusif, Pdt Ojak Sihite pun melangsungkan ibadah setelah mereka sepakat damai. Seterusnya, berlangsunglah ibadah pemberkatan.

Tapi, anehnya menurut Sintua Siregar, Ema boru Sitorus sengaja memviralkan peristiwa itu secara sistematis di medsos.

"Anehnya peristiwa saling memaafkan itu sengaja tidak dibuat agar pihak gereja yang tersudutkan karena peristiwa ini,"kata Siregar lagi.

Oleh karena persoalan tersebut, ditambahkan ditimpali Pendeta Ojak Sihite jajaran Parhalado HKBP Tanjung Mulia Hilir Resort Medan Deli Distrik XXXI Medan Utara, bersepakat menempuh jalur hukum.

Jalur hukum yang ditempuh berupa pelayangan somasi terhadap Ema Boru Sitorus yang dianggap telah mencemarkan nama baik Gereja HKBP Tanjung Mulia Hilir, khususnya Pendeta Ojak Sihite.

"Rencananya akan kita layangkan somasi. Untuk rencana selanjutnya, kita lihat bagaimana respons Ema Boru Sitorus.

Dikutip dari Tribun Medan