Cari

Klarifikasi Pendeta Ojak Terkait Viral Video Kericuhan sebelum Dimulainya Pemberkatan Pernikahan

Posted 31-01-2022 10:54  » Team Tobatimes
Foto Caption: Seorang ibu bernama Asima Mariati Ema Sitorus protes di depan Gereja HKBP Tanjung Mulia sebelum putrinya melangsungkan pernikahan.

TOBATIMES, MEDAN - Akhirnya terungkap fakta sebenarnya terkait terjadinya kericuhan sebelum dilangsungkannya pemberkatan pernikahan di Gereja HKBP Tanjung Mulia, Sabtu (29/1/2022).

Sebelumnya, peristiwa ini viral di media sosial facebook, youtube dan TikTok. Pengunggah pertama adalah akun facebook bernama Ivo Damayanti Sinambela.

Dalam video dijelaskan, bahwa seorang putri kesayangan dari seorang ibu yang bernama Asima Mariati Ema Sitorus, melangsungkan pesta pernikahan tanpa restu darinya.

Asima Mariati Ema, selaku ibu kandung pun langsung melakukan aksi protes terhadap pernikahan putri sulungnya itu.

Asima Sitorus datang dan ingin bertemu putrinya bernama Eftania Yanti Boru Nainggolan.

Asima mengatakan putrinya menikah tanpa sepengetahuannya.

"Aku yang besarkan anakku sampai sarjana, anak ku diambil tanpa persetujuan aku orangtuanya," katanya.

Menurut Ema, putrinya disembunyikan bapa uda (adik kandung) almarhum suaminya.

Menurutnya, rentetan acara hingga pemberkatan dan acara adat dia tidak diberitahu.

"Putri kami disembunyikan dari awal kejadian bahkan sampai saat mereka mangalua, martumpol, dan saat menerima pemberkatan nikah tidak ada pemberitahuan kepada saya ibu kandungnya sendiri,"urainya.

Bahkan, menurutnya sebagai ibu kandung dia telah empat kali menemui Pendeta Ojak Sihite di Gereja HKBP Tanjung Mulia Hilir. Namun, ia mengaku tidak mendapatkan jawaban atas keluhannya.

Penjelasan Pendeta Ojak Sihite

Atas pemberkatan pernikahan ini, Pendeta Ojak Sihite pun mendapat banyak hujatan dari netizen.

Bahkan, tidak sedikit netizen menuduhnya menerima uang suap sehinga memberkati pernikahan itu.

Kalimat-kalimat tuduhan tersebut ramai di dapat di kolom komentar akun Facebook Asima Mariati Ema Sitorus.

Atas tudingan tersebut, Tribun-Medan.com langsung mewawancarai Pendeta Ojak Sihite pada Minggu (30/1/2022) petang.

Menurut Pendeta Ojak Sihite, pihaknya telah mengetahui viralnya video tersebut.

Menurut Ojak Sihite, sebelumnya persoalan antara mempelai perempuan, Eftania Nainggolan, sudah pernah diimediasi beberapa kali. Bahkan, pada Jumat 28 Januari 2022 terakhir kali dimediasi dan telah kesepakatan damai.

"Sebenarnya, mereka sudah berdamai, dan mereka datang ke rumah saya,"kata Pendeta Ojak.

Sayangnya, kata dia, ibu mempelai wanita itu tetap tidak puas dengan perdamaian yang sudah disepakati.

Lalu Ema Sitorus ngotot mendatanginya dan mempersoalkan adat istiadat dan mengancam akan menghalangi pesta pemberkatan dan adat istiadat Efta Yanti.

"Saya kan tidak mencampuri secara adat, hanya pada pemberkatan,"kata Pendeta Ojak.

Lalu, pada Sabtu (29/1/2022), dihari pemberkatan yang dinanti Efta Yanti Nainggolan, peristiwa keributan terjadi.

Seperti pada video, Ema Sitorus datang. Pada saat ia komplain, sebenarnya pemberkatan belum ada dilaksanakan.

Pendeta Ojak Sihite pun tetap menunggu kesepakatan antara Ema Sitorus dan putrinya Efta Yanti untuk berdamai.

"Setelah mereka berdamai lagi di situ, barulah saya mau memberkati. Jadi, bukan seperti yang ditudingkan di media sosial,"ujar Pendeta Ojak Sihite.

Sang Ibu Menikah Lagi dengan Pria Marga  Simanjuntak

Pada peristiwa tersebut, perdebatan juga memanas antara keluarga Nainggolan.

Pihak gereja menurut Pendeta Ojak tidak melarang kehadiran Ema Sitorus. Namun karena Ema Sitorus datang dengan membuat onar, pihak gereja pun mencegahnya.

Persoalan ini menurut Pendeta Ojak, sebenarnya persoalan lama antara keluarga. Hal itu dikarenakan Ema Boru Sitorus telah menikah lagi dengan marga Simanjuntak.

Tentu yang berhak dalam perhelatan adat Batak adalah marga dari ayahnya, yakni marga Nainggolan yang merupakan adik kandung dari ayah sang mempelai wanita (bapa udanya).

Atas hal itu, Ema Sitorus tetap bersikeras menerima mahar (sinamot) secara adat. Padahal, kata Pendeta Ojak, Ema Sitorus sudah menikah dengan marga Simanjuntak.

"Jadi, Eftani bilang ke ibunya, itu tidak mungkin. Mamak kan sudah menikah ke marga Simanjuntak. Aku kan boru Nainggolan. Tapi, biarlah datang mamak ke situ. Tapi jangan datang Simanjuntak (ayah tiri),"kata Pendeta Ojak menirukan ucapan Eftani Yanti Nainggolan.

Eftani tetap bersikeras secara adat Batak dia akan menikah membawakan marga Ayahnya, Nainggolan, bukan Simanjuntak seperti keinginan ibunya. Bahkan, sudah ada opsi yang diberikan kepada ibunya.

Bila sang ayah tiri datang, agar menyesuaikan diri atau dalam barisan marga Sitorus yang merupakan marga dari ibu Eftani dan jangan ikut menyematkan ulos dalam barisan "bapa uda" atau adik kandung (pria) ayahnya.

Sayangnya, menurut Pendeta Ojak, netizen di media sosial terlalu lancang menyikapi tanpa tau duduk persoalan yang sebenarnya. Padahal, sebelum-sebelumnya Pendeta Ojak telah memberi pandangan terhadap ibu dari mempelai wanita itu.

Pendeta Ojak sudah menganjurkan agar persoalan itu juga diselesaikan dengan kekeluargaan cara adat Batak.

Soalnya, secara kelembagaan HKBP, Pendeta Ojak Sihite telah menjalankan prosedur pemberkatan sebagaimana mestinya.

Artinya, sesuai undang-undang anak diatas 21 tahun berhak menikah tanpa izin dari orang tuanya. Kecuali ada yang keberatan dari kekasih kedua belah pihak calon pengantin maka tidak akan berlanjut.

Jauh-jauh hari, Pendeta Ojak telah memberikan pandangan kepada Ema Sitorus. Ia telah menjelaskan kepada Ema bahwa pemberkatan telah sesuai dengan ketentuan "Parhuriaon" lembaga Gereja HKBP. Sedangkan adat seharusnya adalah kesepakatan antara keluarga mereka saja.

Dikutip dari Tribun Medan