Cari

Pelajar Kelas 3 SD Meninggal Sepekan Usai Disuntik Vaksin di Deliserdang

Posted 27-01-2022 13:17  » Team Tobatimes
Foto Caption: TUNJUKKAN FOTO: Sarma Simbolon, Ibu kandung RRP (siswa kelas 3 SD) yang meninggal dunia sepekan setelah divaksin menunjukkan foto anaknya semasa hidupnya pada layar handphonenya saat dikonfirmasi SIB, Rabu (26/1) di Tanjungmorawa.

TOBATIMES.COM, TANJUNGMORAWA - Seorang siswa kelas 3 SD berinsial RRP (10) warga Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang, meninggal di RSUD H Drs Amri Tambunan Lubukpakam, Rabu (26/1/2022). Bocah malang itu sepekan lalu mendapat suntikan vaksinasi di sekolahnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban, namun sebelumnya pelajar tersebut mengikuti vaksinasi anak umur 6-11 tahun untuk dosis pertama, Rabu (19/1) di sekolahnya. Korban meninggal RRP sudah dikebumikan di salah satu pemakaman Kristen, Rabu (26/1) di Tanjungmorawa.

Penuturan ibu kandung korban, Sarma Sartika Simbolon (44) bersama nenek korban, Sorta Pandiangan (80) dan abang kandung korban berinsial APP (16) di kediamannya, Rabu (26/1) kepada SIB bersama wartawan lainnya mengatakan, sebelumnya RRP tidak pernah menderita sesuatu penyakit.

Disebutkan, sebelumnya RRP tinggal bersama abang kandungnya dan neneknya di rumah kontrakan mereka yang berada di lahan garapan, sedang ibunya pulang sekali seminggu, dari tempatnya bekerja sebagai asisten rumah tangga di Medan.

Pelajar RRP menerima suntik vaksinasi Covid-19 di sekolahnya di salah satu SD Negeri di Tanjungmorawa, Rabu (19/1).

Keesokan harinya, dia mengalami demam sehingga tidak masuk sekolah dan dirawat di rumah.

Melihat demamnya belum turun, ditambah perut seperti kembung namun mengeras hingga berjalan jadi mengangkang, keesokan harinya oleh abangnya, RRP dibawa ke klinik terdekat. Oleh medis klinik, RRP dianjurkan untuk segera dibawa berobat ke rumah sakit.

RRP selanjutnya dibawa berobat ke RSU Mitra Medika, namun karena saat itu dokter anak dan alatnya tidak memadai, tim medis RSU Mitra Medika menganjurkan untuk dibawa segera ke rumah sakit yang lengkap fasilitas alatnya.

Selanjutnya RRP menjalani perawatan intensif di RSU Mitra Sejati, selama 3 hari dan pihak keluarga meminta pulang, untuk menjalani perawatan di rumah. Melihat kondisi kesehatan RRP semakin menurun, abang kandung korban selanjutnya melaporkan kondisi RRP ke sekolahnya.

Mendapat laporan itu, tim medis dari Puskesmas Dalu Sepuluh Tanjungmorawa dengan mobil ambulans selanjutnya membawa RRP ke RSUD Drs H Amri Tambunan di Lubukpakam, Selasa (25/1) siang. Naas baginya, beberapa saat mendapatkan perawatan intensif, RRP menghembuskan nafasnya yang terakhir, Rabu (26/1) pukul 01.00 WIB.

UNGKAPAN DUKA

Disebutkan, setelah RRP meninggal, tim dari Dinas Kesehatan Deliserdang bersama Puskesmas Dalu Sepuluh Tanjungmorawa, pihak sekolah, bersama pihak Kepolisian, mendatangi rumah duka dan menyampaikan ungkapan turut berduka cita.

Saat tim tersebut datang dan menyampaikan ungkapan duka cita, Sarma Sartika Simbolon mengaku menerima uang duka dan uang santunan dari beberapa tim tersebut, serta menerima tali asih yang disebutnya sebagai uang santunan Rp 10 Juta.

Dengan itu, Sarma Sartika Simbolon menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian semua pihak yang mendatangi rumah duka.

TETANUS

Sementara Kadis Kesehatan Pemkab Deliserdang, dr Ade Budi Krista ketika dikonfirmasi SIB, Rabu (26/1) malam, melalui WhatsAppnya menjawab bahwa RRP disuntik vaksinasi Sinovac di sekolahnya setelah menjalani verifikasi data, skrining dan dinyatakan bisa divaksin, Rabu (19/1).

Berdasarkan keterangan pihak RSU Mitra Sejati, awalnya diagnosa dengan ileus, lalu difoto abdomen BNO, hasil foto tidak ada indikasi ileus, selanjutnya dirawat inap. Hari berikutnya kejang-kejang dan pemeriksaan dokter spesialis anak dinyatakan sebagai tetanus.

Hari berikutnya di rumah sakit, ada keluhan di daerah mulut (sakit gigi) dan oleh dokter dianjurkan untuk dirujuk ke RSUP Adam Malik, namun orangtua meminta paps dan pulang ke rumahnya. 

Dikutip dari Harian SIB