Cari

Nasib Miliarder Dadakan, Dulu Viral Satu Desa Borong Mobil Setelah Jual Tanah, Kini Menyesal

Posted 25-01-2022 19:21  » Team Tobatimes
Foto Caption: Unjuk rasa warga Tuban kepada Pertamina terkait janji yang tidak ditepati

TOBATIMES.COM, TUBAN - Kisah 'kampung miliarder' kembali heboh dengan kondisi terbaru. Kampung miliarder ini sempat heboh dengan video memborong mobil.

Kisah 'desa pemborong mobil' terjadi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Pada saat itu, banyak warga desa yang membeli mobil baru secara bersama-sama.

Sehingga, terlihat puluhan mobil dibawa masuk ke area desa.

Semua karena warga desa ketimban rezeki nomplok hasil menjual tanah.

Pihak Pertamina membeli tanah mereka. 

Namun sayangnya, tidak sampai satu tahun, banyak warga yang mengaku menyesal telah menjual tanahnya.

Mereka memang menjadi kaya raya. Akan tetapi setelahnya hidup mereka menjadi susah lagi.

Salah satunya yang dialami Musanam (60), warga seorang warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Musanam bercerita bahwa dia telah menjual lahan pertanian dan rumahnya.

Tapi kini dia harus menjual beberapa ekor hewan peliharaannya demi makan sehari-sehari.

"Dulu punya enam ekor sapi mas, sudah tak jual tiga untuk hidup sehari-hari dan kini tersisa tiga ekor saja," kata Musanam, kepada Kompas.com, Senin (24/1/2022).

Ini semua karena dia terbuai dengan janji PT. Pertamina Grass Root Revenery (GRR) Tuban untuk memberikan pekerjaan dalam proyek pembangunan kilang minyak tersebut.

Kini, Musanam harus rela kehilangan pekerjaan tetapnya sebagai petani.

Mugi (59), seorang perempuan, juga senasib dengan Musanam.

Pada waktu itu, dia memang menjadi miliarder setelah menjual lahan pertaniannya seluas 2,4 hektare.

Tapi kini dia mengaku menyesal.

"Ya nyesel, dulu lahan saya ditanami jagung dan cabai setiap kali panen bisa menghasilkan Rp40 juta."

"Tapi sejak tak jual saya tidak ada penghasilan," tutur Mugi.

Padahal pada saat itu, lahan pertaniannya dijual seharga Rp2,5 miliar lebih. Tapi kini uang itu habis.

Hanya tersisa sedikit ditabungan.

Mugi bercerita bahwa dulu pihak Pertamina sering merayunya. Bahkan berjanji memberikan pekerjan kepada anak-anaknya.

"Tapi sekarang mana enggak ada," jelasnya.

Kini Musanam, Mugi, dan banyak warga lainnya melakukan unjuk rasa di depan PT Pertamina GRR Tuban.

Mereka menagih janji PT Pertamina GRR Tuban.

Dikutip dari Tribun Medan