Cari

Gadis SMA Diperkosa dan Digilir 69 Mahasiswa Selama 9 Bulan, Bermula Kenalan Dari Medsos

Posted 03-12-2021 19:12  » Team Tobatimes
Foto Caption: MIRIS, Gadis SMA Diperkosa dan Digilir 69 Mahasiswa Selama 9 Bulan, Bermula Kenalan Dari Medsos.

TOBATIMES, KORSEL - Seorang gadis SMA diperkosa oleh 69 orang mahasiswa lebih dari 100 kali dalam 9 bulan.

Gadis ini dirayu dan dijadikan budak seks oleh sekelompok mahasiswa laki-laki selama 9 bulan.

Media Korea melaporkan bahwa pada 29 November, tim investigasi kejahatan internasional dari Badan Kepolisian Gangwon, Provinsi Gangwon, Korea Selatan, menangkap 69 mahasiswa asing dari Universitas Kyungdong dengan kejahatan pemerkosaan.

Kasusnya semakin parah karena korbannya adalah seorang gadis sekolah menengah.

Menurut informasi, siswa yang disapa A ini berusia di bawah 16 tahun dan bersekolah di sebuah SMA di dekat Universitas Kyungdong.

Sejak Desember lalu, sekelompok mahasiswa asing yang belajar di Korea mendekati A dari media sosial.

Awalnya, sekelompok mahasiswa ini merayu A dengan kata-kata manis, curhat siang malam dan bahkan menawarkanuntuk membelikan makanan dan hadiah untuk A.

Kemudian mereka mulai mengancam dengan kata-kata dan memaksa A untuk berhubungan seks dengan mereka.

Mereka menyebut hal itu untuk menggantikan hadiah yang telah mereka belikan.

Ketika tujuannya tercapai, kelompok mahasiswa ini terus memanggil orang-orang lain dan “membagikan” gadis itu untuk diperkosa.

Menurut polisi, semua mahasiswa laki-laki ini tahu bahwa A masih di bawah umur.

Sejak Desember tahun lalu, A telah diperkosa lebih dari 100 kali oleh kelompok tersebut.

Dia juga dianiaya secara brutal dan diperlakukan sebagai budak seks.

Dalam kesakitan dan ketakutan, A tidak berani menceritakan kisah ini kepada siapa pun karena dia sangat takut.

Barulah pada bulan Agustus, ketika A terlalu takut dan tidak tahu harus berbuat apa, dia pun berkonsultasi dengan wali kelasnya di sekolah.

Sejak itu, kasus tersebut pun terungkap.

Berdasarkan kesaksian A, polisi mengidentifikasi dan menangkap para tersangka.

Menurut media Korea Selatan, sebagian besar dari 69 tersangka adalah warga negara Bangladesh dan Nepal.

Tiga puluh mahasiswa ini tinggal di asrama universitas, sementara yang  lain telah lulus dari perguruan tinggi dan kembali ke kampung halaman mereka.

Semua tersagka ini sekarang telah dilarang oleh badan kepolisian Korea untuk meninggalkan negara tersebut guna penyelidikan.

Pada tanggal 30 November, perwakilan dari Universitas Kyungdong angkat bicara mengenai kejadian ini.

“Meskipun ini adalah masalah yang disebabkan oleh individu, kampus juga merasa menjadi bagian dari tanggung jawab dalam pendidikan dan pengelolaan insiden ini.” Katanya.

Insiden ini sangat mengejutkan publik Korea Selatan dan diawasi ketat oleh pers dan media.

Pada tanggal 1 Desember, sebuah petisi dikirim ke Blue House dengan judul “Permintaan Untuk Mempublikasikan Identitas 69 Mahasiswa Asing yang memperkosa Gadis SMA Beramai-ramai”

Isi petisi juga menyebutkan permintaan untuk menangani secara tegas para tersangka agar korban dapat kembali keadilan.

Hanya dalam satu hari, pada pagi hari, tanggal 2 Desember, petisi ini telah menerima lebih dari 10.000 tanda tangan dari masyarakat.

Dikutip dari Tribun Medan