Cari

Kronologi Mahasiswi DR Digenjot Oknum Dosen di Ruang Laboratorium Pendidikan Sejarah

Posted 03-12-2021 11:46  » Team Tobatimes
Foto Caption: Mahasiswi korban oknum dosen di ruang laboratorium. (Ilustrasi).

TOBATIMES, RIAU - Kasus dugaan pelecehan seksual di Universitas Sriwijaya (Unsri) kini bertambah menjadi tiga orang. Hal itu menurut laporan pengaduan ke Polda Sumsel pada Rabu (1/12/2021).

Sebelumnya, satu mahasiswi berinisial DR sudah lebih dulu membuat laporan atas kasus dugaan pelecehan yang dilakukan dosennya.

Kini ada dua mahasiswi lagi yang juga membuat laporan kepolisian atas dugaan kasus serupa.

"Dua orang lagi yang melapor, namun dengan kasus (pelaku) yang berbeda," ujar Kasubdit VI Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni.

Berbeda dengan DR yang melaporkan oknum dosen, kedua mahasiswi ini melaporkan oknum Staf Unsri atas kasus pelecehan seksual.

Namun belum dijelaskan secara pasti berapa oknum yang dilaporkan kedua mahasiswi tersebut.

"Modusnya dia (terduga pelaku) melecehkan via handphone dengan kata-kata tidak pantas yang ditujukan kepada korban," ucapnya.

Masnoni mengungkapkan, pihaknya masih mendalami laporan atas dugaan pelecehan seksual di Unsri.

"Nanti kita lihat perkembangan dari hasil penyidikannya," kata dia.

Reka Ulang atau Olah TKP

Mahasiswi berinisial DR diminta menunjukkan lokasi dugaan pelecehan seksual di ruang Laboratorium Pendidikan Sejarah di area gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsri Indralaya, pada Rabu (1/12/2021) petang.

Saat memasuki ruangan, DR menutup wajahnya dengan jas dan dia didampingi polisi wanita serta Menteri Pemberdayaan Perempuan, BEM-KM Unsri.

Oleh Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan, Kompol Masnoni, DR diminta menunjukkan saat-saat mendapat perlakuan senonoh dari oknum dosen.

Saat memeragakan salah satu adegan, DR menangis hingga terdengar dari luar ruangan.

"Mohon maaf, ada beberapa adegan intim yang tidak dapat kami pertunjukkan kepada rekan wartawan," kata Masnoni.

Proses olah TKP pun berjalan selama kurang lebih 15 menit. DR keluar ruangan olah TKP sambil terus menangis.

Beberapa orang termasuk wartawan mencoba menenangkan DR yang terus menutupi wajahnya itu.

Usai olah TKP, polisi berencana memanggil terlapor oknum dosen pada Jumat (3/12/2021) mendatang.

"Terlapor akan dipanggil sebagai saksi," ujar Masnoni.

Pada pemeriksaan nanti, polisi akan mencocokkan keterangan pelaku dan korban yang didapatkan saat olah TKP.

"Nanti dari hasil pemeriksaan terlapor akan diketahui duduk perkara dugaan pelecehan ini," kata Masnoni.

Tanda Tangan untuk Skripsi

Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan, Kompol Masnoni meminta mahasiswi berinisial DR memeragakan saat-saat ia mengalami perlakuan senonoh dari oknum dosen pada Sabtu, 25 September lalu sekira pukul 09.00.

"Mahasiswi berinisial DR mengalami dugaan pelecehan saat ia meminta tanda tangan untuk skripsi," kata Masnoni.

Di sela perbincangan dengan dosen, kata Masnoni, DR dan oknum dosen berinisial A bertukar cerita di luar keperluan skripsi.

Diduga terbawa suasana dan memanfaatkan suasana ruangan yang lengang, berdasarkan pengakuan DR, A melakukan perbuatan asusilanya itu.

Meski telah mendapat gambaran dari DR, polisi tetap akan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti.

"Jika semua (saksi dan bukti) terkumpul, maka akan dilakukan tahap selanjutnya," kata Masnoni.

Polisi sempat mengalami hambatan dalam reka ulang atau olah TKP

Dalam aksi reka ulang olah TKP ini, petugas Polda Sumsel sempat mengalami hambatan.

Padahal sebelumnya petugas sudah melakukan pertemuan dengan Pembantu Rektor III Unsri.

Ruang TKP masih terkunci dan pihak pegawai FKIP sempat mengatakan kunci dibawa oleh salah satu asisten dosen yang tinggal di Palembang.

Setelah ditunggu beberapa jam hingga pukul 16.30 WIB, akhirnya kunci tersebut datang, dan pintu Lab Pendidikan Sejarah terbuka.

Pihak petugas pun langsung masuk dan melakukan olah TKP dengan lancar sekitar 15 menit.

Pengakuan Dosen

Kabar terbaru yang dikutip dari Tribun Sumsel, dosen berinisial A sudah dicopot dari jabatannya sebagai ketua jurusan (Kajur) di Unsri setelah dirinya dilaporkan mahasiswi berinisial DR.

Dari informasi dihimpun, keputusan dicopotnya jabatan tersebut lantaran A sudah mengakui perbuatannya kepada pihak kampus.

Terkait hal tersebut, Kasubdit IV Renakta Polda Sumsel, Kompol Masnoni mengatakan, mereka masih melakukan pengembangan untuk memeriksa keterangan korban yang mengaku sudah menjadi korban pelecehan seksual.

"Mengenai terlapor yang dikabarkan mendapat sanksi mutasi dari jabatannya, kita tidak ada masalah dengan hal itu. Karena kebijakan itu berdasarkan ketentuan dari Universitas," ujarnya, Rabu (1/12/2021).

Meski begitu, Masnoni mengungkapkan, kepolisian akan mendalami terkait informasi yang menyebut bahwa terduga pelaku sudah mengakui perbuatannya.

"Intinya kita bergerak dari segi hukum yang berdasarkan kajian dari segi hukum. Tapi tidak menutup kemungkinan, berdasarkan keterangan itu yang informasinya tersangka yang diduga melakukan itu dia mengakui sudah melakukan (pelecehan seksual), nanti akan kita dalami," ucapnya.

Diketahui, saat ini polisi sudah melakukan pemeriksaan TKP yang diduga menjadi lokasi pelecehan seksual tersebut.

"Selanjutnya kita akan lakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap saksi-saksinya. Sebab sebelum kejadian itu, korban ada menghubungi beberapa saksi. Mereka akan kita minta Keterangannya," ujar mantan Wakapolres Prabumulih itu.

Dikutip dari Tribun Medan