Cari

Dua Pembunuh Sopir Grab di Medan Ditangkap, Satu Masih Berkeliaran

Posted 03-12-2021 10:38  » Team Tobatimes
Foto Caption: M Idris, sopir taksi online tewas diduga dirampok dan jasadnya dibuang di jalan, Rabu (1/12/2021)

TOBATIMES, MEDAN - Kasus pembunuhan dan perampokan yang menimpa M Idris, sopir taksi online (taksol) Grab mulai menemui titik terang.

Polisi, khususnya petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan mengklaim sudah menangkap dua orang tersangka.

Namun, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus mengatakan, ada satu lagi yang masih dalam pengejaran.

"Masih kurang satu lagi pelakunya. Saat ini dalam pengejaran," kata Idris, Rabu (1/12/2021).

Disinggung mengenai identitas pelaku, Idris belum mau membeberkannya.

Dia mengatakan, jika satu pelaku lainnya ditangkap, baru polisi akan merilis kasus ini ke publik.

Kronologis Kejadian

Kasus pembunuhan dan perampokan yang menimpa M Idris, warga Jalan TB Simatupang, Gang Abadi, Kecamatan Medan Sunggal pertama kali diketahui oleh warga.

Pada Rabu (1/12/2021) dinihari sekira pukul 01.20 WIB, warga di Jalan Inspeksi Kanal, Lingkungan 15, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor melihat ada seorang lelaki tergeletak di pinggir jalan.

Saksi kemudian memanggil warga sekitar, dan melapor kepada kepala lingkungan setempat, bahwa ada seorang lelaki tidak bergerak persis di depan SMA Negeri 13 Medan.

Pascapenemuan korban, warga kemudian melapor ke polisi.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, diketahui bahwa jasad korban dibuang oleh pengendara mobil berwarna putih.

Kuat dugaan, mobil tersebut adalah milik korban yang sudah dikuasai pelaku perampokan. 

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi kemudian menghubungi Atika, istri dari almarhum M Idris.

Atika yang mendapat informasi suaminya meninggal dunia, langsung bergegas ke lokasi.

Dibunuh Dengan Cara Dijerat

Dari penuturan Atika, terdapat luka di sejumlah bagian tubuh suaminya.

Ada luka memar di bagian kedua mata.

Lalu, terdapat luka serupa di tangan sebelah kanan.

Kemudian, ada juga luka bekas jeratan di bagian leher.

Kuat dugaan para pelaku membunuh korban dengan cara menjerat lehernya.

Saat diwawancarai, Atika yang masih syok mengetahui suaminya tewas tak henti-hentinya menangis.

Dia berharap, pembunuh dan perampok suaminya dihukum mati saja.

Pernah Dirampok dan Dibuang 

Saat berada di RS Bhayangkara Medan, Atika mengatakan suaminya sudah pernah dirampok.

Bahkan, saat itu M Idris juga dibuang di jalan.

Namun, di kasus pertama, M Idris selamat.

Hanya mobilnya saja yang diambil perampok.

"Dia pernah dibegal pada 14 Agustus dan dibuang di Kilometer 12 (Binjai) dekat kuburan Sei Semayang," kata Atika, istri korban, Rabu (1/12/2021).

Kala itu, setelah kejadian, mobil milik M Idris yang sempat dirampok ditemukan.

Mobil tersebut berada di Bagan Batu, Riau. 

Meski sudah pernah dirampok, namun M Idris tetap semangat mencari rezeki demi keluarganya.

Nahas, saat mencari rezeki pada Selasa (30/11/2021) malam, korban dibunuh dan jasadnya ditemukan pada Rabu (1/12/2021) di Jalan Speksi Kanal.

"Biasanya suami saya ini cari penumpang dari habis Ashar. Kadang pulang jam satu pagi (01.00 WIB)," kata Atika.

Namun, ia tak menyangka sang suami akhirnya tewas dalam kondisi mengenaskan.

Bagian leher suaminya terdapat bekas luka jeratan.

Diduga, para pelaku berpura-pura menjadi penumpang untuk merampok korban.

Dikutip dari Tribun Medan