Cari

Polisi Buru Pengirim Dua Peti Mati di Paropo, Diduga terkait Pemilihan Kepala Desa

Posted 01-12-2021 11:34  » Team Tobatimes
Foto Caption: Jepretan layar dua peti mati yang dikirimkan ke Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Rabu (1/12/2021).

TOBATIMES, DAIRI - Kepolisian Daerah Sumatera Utara masih mendalami motif pengiriman dua peti mati yang bertuliskan tiga nama yang tertera di papan salib di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Saat ini polisi sudah melakukan penyelidikan kasus viral yang diduga berkaitan dengan pemilihan kepala Desa di Kabupaten Dairi tersebut.

Baca juga Polemik Pilkades 2021, Warga di Sumut Dikirimi 2 Peti Mati Bikin Heboh

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah memeriksa tiga saksi.

Saksi utama yakni pengirim peti yaitu pengrajin peti dan beberapa orang lainnya.

"Saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait pemesan peti tersebut. Pengirim juga sudah diminta keterangan," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Rabu (1/12/2021).

Berdasarkan keterangan pengirim peti mati tersebut, ia mengaku menerima pesanan dari seseorang dua buah peti dan harus diantar ke desa tersebut.

Ia menyebut tak tahu menahu kalau nama yang dituliskan di tiang salib peti merupakan orang yang masih hidup dan sehat.

"Sebelumnya sih pengirim peti mati dihubungi oleh seseorang yang saat ini tengah di selidiki oleh Polres Dairi memesan dua peti mati dan mencantumkan nama yang tercantum di salip tersebut,"lanjutnya.

Saat ini masalah tersebut telah dilaporkan ke polisi atas nama Waldiman Sijabat dan sedang ditangani oleh Polres Dairi.

Sementara itu barang bukti peti yang dikirim dari tanah Karo itu pun sudah diamankan polisi.

Sebelumnya beredar video memperlihatkan seorang wanita yang histeris melihat dua peti mati.

Didalam video tersebut, terlihat dua papan salib bertuliskan Faisal/ Jesi Situngkir dan Waldiman Sijabat.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Paropo Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Senin (29/11/2021).

Didalam video yang dibagikan salah satu akun Facebook Jery Bre Parna Aruan, disebutkan bahwa di kampung Batuhorbo dikirim dua peti mati padahal orangnya masih hidup.

" Pencemaran dikampung batuhorbo (paropo) yaitu mengirim peti mati sebanyak 2 peti dan tertulis dikayu salip itu sebanyak 3 orang, padahal orangnya tiga-tiganya masih hidup (masi sehat walafiat)," tulis didalam akun tersebut.

Dikutip dari Tribun Medan