Cari

Ternyata Omdo, Sebut Ikuti Arahan Megawati Ternyata Bupati Humbahas Tetap Beli Mobil Dinas Baru Rp 1,9 M

Posted 27-11-2021 13:51  » Team Tobatimes
Foto Caption: KETERANGAN PERS : Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor didampingi Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumban Gaol dan lainnya saat memberikan keterangan pers terkait pembatalan mobil dinas barunya di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Medan Tuntungan, Jumat (27/8) lalu. (Foto : Dok/DPD PDIP)

TOBATIMES, HUMBAHAS - Pernyataan Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor yang memerintahkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Humbahas Tonny Sihombing untuk membatalkan pembelian mobil dinas baru bupati seharga Rp1,9 miliar ternyata hanya isapan jempol atau omong doang alias Omdo.

Pengadaan mobil mewah dengan harga "selangit" itu ternyata tetap dilaksanakan panitia pengadaan barang dan jasa di Kantor Sekretariat Kabupaten Humbahas, meski sebelumnya telah diperintahkan bupati untuk dibatalkan.

Sekdakab Humbahas Tonny Sihombing ketika dikonfirmasi SIB di ruang kerjanya, Kamis (21/11) membenarkan dirinya pernah diperintahkan bupati untuk membatalkan pembelian mobil dinas itu. Namun karena regulasi dan aturan yang ada, pengadaan mobil itu tidak dapat dibatalkan lagi seperti yang diperintahkan bupati.

“Benar, saya sebagai PA (Pengguna Anggaran di Kantor Sekretariat Daerah Humbahas) pernah diperintahkan bapak bupati untuk membatalkan pembelian mobil dinas itu. Saya sudah berusaha dan berupaya semaksimal mungkin untuk membatalkannya dengan memerintahkan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dalam hal ini Kabag Umum dan Kabag UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa) untuk membatalkannya. Namun laporan mereka tidak bisa lagi dibatalkan karena tidak ada regulasi yang mengatur untuk dapat dibatalkan,” kata Tonny.

Lebih lanjut dijelaskan, alasan pihaknya tidak dapat membatalkan pembelian mobil karena, sebelum bupati memerintahkan pembatalan pembelian mobil itu, panitia pengadaan barang dan jasa sudah selesai melakukan tender pengadaan mobil jabatan bupati jenis Toyota Land Cruiser Prado yang dimenangkan oleh CV Kana Komputindo dengan harga penawaran Rp 1.923.768.000.

“Saat bupati memerintahkan untuk membatalkannya, sudah ada pemenang tender dan sudah tanda tangan kontrak dengan pemenang tender selaku penyedia barang. Saat itu saya perintahkan Kabag Umum untuk berkomunikasi dan menyurati pemenang tender untuk membatalkannya. Namun mereka tidak mau. Makanya proses tendernya tetap berjalan dan sudah dibayarkan,” kata Tonny.

Ketika disinggung terkait keberadaan mobil dinas yang terbilang mewah itu, Tonny mengaku tidak mengetahuinya. Dia beralasan, dirinya hanya sebatas pengguna anggaran. Untuk penggunaan dan pemanfaatannya, kata dia ditangani oleh Bagian Umum. “Kalau ditanya dimana keberadaan mobil itu saat ini, saya tidak tahu,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor angkat bicara terkati polemik mobil dinas baru. Dosmar mengatakan, sudah meminta agar mobil dinas itu dibatalkan.

“Saya sudah perintahkan Sekda untuk membatalkan mobil dinas baru,” kata Dosmar saat memberikan keterangan pers di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting Medan Tuntungan, Jumat (27/8) lalu.

Ia menjelaskan, pembatalan itu dilakukan setelah mendapatkan arahan dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dosmar mengatakan, mobil dinas baru tidak terlalu penting untuknya.

“Arahan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, kita harus memahami penderitaan rakyat, apalagi di masa pandemi. Yang kedua, gak penting-penting amat kok beli mobil,” tuturnya.

Dosmar mangaku, mobilnya saat ini masih layak digunakan. Namun mobilnya memiliki kualifikasi lebih rendah daripada mobil dinas bupati lainnya. “Standar saja, gak bagus-bagus kali. Kalau bupati lain mobilnya dinasnya bagus, kita di bawahnya,” jelasnya.

Dikutip dari Harian SIB