Cari

Dituding Pelihara Begu Ganjang, Jamapor Sagala Minta Pembangunan Rumah Yang Dirusak Massa Dituntaskan

Posted 25-11-2021 13:25  » Team Tobatimes
Foto Caption: BELUM SELESAI: Pembangunan rumah Jamapor Sagala, di Dusun V Jumala Desa Pegagan Julu II, yang dirusak sejumlah warga akibat tudingan memelihara begu ganjang belum selesai dibangun, Rabu (24/11/2021). Foto: Dok/Sumiharto

TOBATIMES, SIDIKALANG - Keluarga Jamapor Sagala warga Dusun V Jumala, Desa Pegagan Julu 2, Kecamatan Sumbul, Dairi, korban perusakan rumah terkait isu begu ganjang meminta para pelaku menuntaskan pembangunan rumah mereka.

Anak Jamapor, Sumiharto Sagala, didampingi istrinya Merdiana Sinaga kepada jurnalis Koran SIB Tulus Tarihoran, Rabu (24/11/2021), di Sidikalang, mengatakan, pembangunan rumah orangtuanya yang dirusak sejumlah warga beberapa waktu lalu, tak kunjung selesai sesuai kesepakatan perdamaian yang tertuang pada surat pernyataan.

Perusakan rumah dilakukan massa karena sejumlah warga diduga terprovokasi isu keluarga Jamapor Sagala memelihara begu ganjang. Lanjutnya, kasus perusakan rumah milik orangtuanya itu, sudah ditangani Polres Dairi, dan sejumlah orang sudah sempat ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah itu, kata Sumiharto, pelaku perusakan telah membuat surat pernyataan mengakui perbuatan perusakan rumah disaksikan tokoh masyarakat, Kepala Desa Pegagan Julu 2 serta seorang anggota DPRD Dairi.

Ada 8 butir isi surat pernyataan, pada butir ke-5, disebutkan tokoh masyarakat bersama dengan warga masyarakat Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, berjanji paling lama tanggal 5 Mei 2021, akan membangun dan mendirikan kembali rumah Jamapor Sagala.

Sementara pada butir 8, apabila salah satu butir pernyataan diingkari, maka tokoh masyarakat bersama dengan masyarakat Dusun Jumala, Desa Pegagan Julu 2, bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Katanya, ada dua unit rumah yang dirusak. Pembangunan satu unit sudah dilakukan, tetapi belum tuntas dan berhenti begitu saja.

"Karena rumah itu belum selesai, orangtua masih tetap mengungsi di rumah kami yang lokasinya tidak jauh dari rumah yang dirusak," ucapnya. (*)

Dikutip dari Harian SIB