Cari

Peras Anggota Polri Rp2,5 M, Ketua Umum DPP LSM Tamperak Kepas Panagean Pangaribuan Ditangkap

Posted 24-11-2021 12:11  » Team Tobatimes
Foto Caption: Ketua LSM Tamperak

TOBATIMES, JAKARTA - Ketua Umum DPP LSM Tamperak, Kepas Panagean Pangaribuan, ditangkap terkait dugaan pemerasan terhadap anggota Polri senilai Rp 2,5 miliar. Polisi mengungkap sejumlah bukti terkait kasus ini.

"Yang bersangkutan mengirim ancaman melalui handphone. Dia mulai minta dari Rp 2,5 miliar kemudian turun ke Rp 250 juta, ada semua buktinya," jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Selasa (23/11).

Hengki mengatakan, Kepas diduga melakukan pemerasan disertai ancaman. Kepas Panagean Pangaribuan disebut membawa-bawa nama Presiden, Komisi III, hingga petinggi Polri.

"Alat kejahatan untuk menakut-nakuti berupa surat yang akan dikirim ke Presiden kemudian Komisi III dan sebagainya, ini instrumental (alat). (Juga ancam kirim surat ke) pimpinan TNI maupun Polri ini alat kejahatan," jelas Hengki.

Hengki mengatakan Kepas diduga telah menerima duit hasil pemerasan itu. Dia menegaskan pihaknya telah memiliki bukti penerimaan uang oleh Kepas.

"Uangnya sudah menyeberang. Ada bukti penerimaan uangnya juga ada, ancaman permintaan uang juga ada," katanya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat menangkap Ketua LSM Tameng Perjuangan Rakyat Antikorupsi (Tamperak) Kepas Panagean Pangaribuan pada Senin (22/11). Dia ditangkap terkait dugaan pemerasan terhadap anggota Polri.

LSM Tamperak

LSM Tamperak dalam Aksi didepan gedung KPK

"Benar, kita baru saja tangkap ketua DPP LSM TAMPERAK, Kepas Panagean Pangaribuan, terkait tindak pidana pemerasan. Ditangkap karena mencoba memeras anggota Polri hingga Rp 2,5 miliar," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi saat dihubungi wartawan, Senin (22/11).

Kepas Panagean ditangkap setelah memeras anggota Polsek Menteng. Dalam aksinya ini, pelaku menakut-nakuti polisi dengan mencatut nama petinggi Polri hingga pejabat negara.

Hengki menduga pelaku sudah sering melakukan pemerasan. Hengki menyebut pelaku tidak hanya memeras ke instansi Polri, tetapi juga ke instansi lain.

"Pada saat terjadi pemerasan pun tersangka mengatakan 'jangan sampai saya buat seperti di tempat lain', berarti dia sudah sering," jelas Hengki.

Kepas Panagean diduga mencoba memeras anggota Satgas Begal terkait penanganan kasus begal yang menewaskan pegawai Basarnas beberapa waktu lalu. Untuk diketahui, Polres Jakpus sebelumnya telah menangkap 1 orang eksekutor yang menewaskan pegawai Basarnas. Dalam upaya penangkapan ini, polisi juga mengamankan 4 orang rekannya yang setelah dites urine positif narkoba.

Empat orang ini dikirim ke panti rehabilitasi karena tidak terkait dengan aksi begal yang dilakukan oleh eksekutor. Namun, tersangka Kepas Panagean Pangaribuan menganggap hal ini melanggar SOP.

Hengki menegaskan anggotanya telah diperiksa Propam terkait tuduhan LSM Tamperak ini. Hasil pemeriksaan Propam menyatakan tidak ada penyuapan yang dimaksud oleh tersangka.

Lapor Propam

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, jika ada kesalahan terkait penanganan anggota kepolisian, seharusnya tak usah dengan mengancam, tetapi buat laporan ke Propam.

"Kalau ada pelanggaran terhadap anggota disiplin maupun etika profesi, silakan lapor ke Propam. Jangan mengancam untuk diviralkan dan mengganggu kehormatan dan marwah TNI maupun Polri maupun instansi yang baik. Itu pesan kami," kata Kombes Hengki Haryadi.

Ia mengimbau LSM atau masyarakat lain melapor ke Propam jika merasa ada penanganan kepolisian yang tidak sesuai SOP, bukan dengan mengancam akan memviralkan. Untuk diketahui pula, tersangka tak hanya mengancam, tetapi dalam kasus ini dia melakukan pemerasan terhadap anggota Polri.

"Kalau merasa ada dugaan pelanggaran pidana etika profesi, silakan lapor ke Propam. Jangan menjadi objek pemerasan, mengancam diviralkan, sehingga mengganggu kehormatan, khususnya Polri. Ini juga pesan buat yang lain," jelasnya.

Lebih lanjut Hengki juga mengimbau warga melaporkan jika menjadi korban ancaman LSM. Dia mengatakan laporan bisa diajukan ke kantor polisi terdekat.

"Jangan memberikan ataupun melaksanakan dengan modus operandi yang sama, apa pun itu, dan kami imbau kepada masyarakat apabila ada yang menjadi korban dari LSM ini, silakan lapor. Apakah TKP-nya nanti mungkin bukan di Jakarta Pusat, kami akan informasikan ke wilayah hukum instansi yang bersangkutan. Terima kasih," tuturnya.

Sementara itu, terhadap Kepas Panagean, Hengki menyebut yang bersangkutan akan dikenai pasal berlapis. Kepas diancam dengan hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

"Kita konstruksikan nantinya baik Undang-Undang ITE maupun Undang-Undang KUHP Pasal 369 terkait dengan pemerasan dengan ancaman lebih dari 5 tahun dan kami nanti akan lapis dengan pencucian uang sehingga bisa memberikan efek jera, baik spesialis buat pelaku tindak pidana ini maupun generalized buat LSM-LSM yang lain," katanya.

Tersangka

Satu orang anggota LSM Tamperak kini turut ditetapkan tersangka baru oleh polisi.

"Hasil gelar perkara Satreskrim Polres Jakpus, tersangka pemerasan dari LSM Tamperak bertambah satu orang atas nama Robinson Manik anggota LSM Tamperak," kata Hengki Haryadi.

Hengki mengatakan tersangka Robinson dinilai berperan aktif dalam melakukan tindakan pemerasan. Dia diketahui datang bersama tersangka Kepas Panagean ke Polsek Menteng dalam melakukan upaya pemerasan kepada petugas. "Pelaku turut serta bersama tersangka Kepas datang ke Polsek Menteng untuk melakukan pemerasan dan mendokumentasikan berupa foto dan video kegiatan selama bertemu korban pemerasan. Pelaku juga serta menerima uang hasil pemerasan," ujar Hengki.

Hengki menambahkan, saat ini proses investigasi masih berlangsung. Dia tidak menutup peluang adanya tersangka baru dari kasus tersebut. "Penyidikan bersifat berkesinambungan. Sangat dimungkinkan bertambah tersangka baru," katanya.

Dikutip dari Harian SIB