Cari

Sosok Anggita Pasaribu, Cekcok dengan Arteria Dahlan hingga Ngaku Kenal Megawati Soekarnoputri

Posted 24-11-2021 11:35  » Team Tobatimes
Foto Caption: Sosok wanita viral cekcok dengan ibu Arteria Dahlan di bandara Soekarno-Hatta

TOBATIMES, JAKARTA - Ketua DPR DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi membuka identitas perwira tinggi TNI yang menelponnya terkait perselisihan dengan anggota DPR RI Arteria Dahlan.

Jenderal tersebut adalah Brigjen TNI M Zamroni, mantan Dandim Jakarta Pusat pada 2017.

Zamroni menghubungi Prasetyo dengan nomor yang tidak dikenali.

"Minggu kira-kira jam 18.30 WIB, saya enggak tahu nomor telepon siapa, tiba-tiba nelepon saya," ucap Prasetyo Edi Marsudi di DPRD DKI Jakarta, Selasa (23/11/2021).

"'Mas, saya Zamroni. Mantan Dandim Jakarta Pusat. Mas, tolong dong inisiasi saya sama Arteria Dahlan," kata Prasetyo menirukan suara Brigjen M Zamroni.

Prasetyo menyebutkan perempuan dalam video yang terlibat cekcok adalah istri dari Brigjen TNI M Zamroni, Anggita Pasaribu.

Prasetyo lalu menghubungi Arteria Dahlan untuk berdamai, namun belum direspon positif oleh kader PDI Perjuangan itu.

RESPON PANGLIMA TNI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara terkait kasus cekcok Anggota DPR RI Arteria Dahlan dengan wanita kerabat Jenderal Bintang Tiga, Selasa (23/11/2021).

Andika mengaku sudah mengetahui kasus ini, dan langsung dihubungi awak media sejak tadi malam.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman, termasuk berkoordinasi dengan polisi bandara.

"Kita telusuri pihak yang ada di video. Sejak tadi malam Komandan Pusat Polisi Militer sudah melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan Polres Bandara. Sifatnya kita siap menerima pelaporan dari kedua pihak. Apa yang dikeluhkan, apa tekanan," ucap Jenderal Andika Perkasa usai berkunjung ke Mabes Polri.

Terkait kepimilikan mobil operasional milter yang ada di dalam video, Andika belum bersedia menjawab.

"Intinya kami akan menindaklanjuti," tambahnya.

Awak media juga menanyakan kemungkinan sanksi kepada oknum perwira tinggi.

"Belum tentu (anggota TNI disanksi), keterlibatan anggota ini apa, kalau keluarga proses hukumnya di peradilam umum, Kami hanya memproses hukum anggota TNI," tegas Andika.

Dikutip dari Tribun Medan