Cari

Bupati Toba Atur Jarak Jemaat dan Cara Pemungutan Kolekte saat Ibadah Hari Natal di Gereja

Posted 17-11-2021 11:13  » Team Tobatimes
Foto Caption: Bupati Toba Poltak Sitorus

TOBATIMES, TOBA - Bupati Toba Poltak Sitorus mengeluarkan surat edaran terkait kegiatan masyarakat masa liburan Natal dan Tahun Baru pada masa pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, hasil Rapat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Toba bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Toba serta Pimpinan Lembaga Agama Kristen Protestan dan Katolik pada Jumat (5/11/2021).

"Pelaksanaan Perayaan Natal Tahun 2021 difokuskan hanya pada Ibadah/Liturgi Natal saja," ujar Poltak Sitorus dalam surat edaran.

Ia sampaikan, penyelenggaraan Perayaan Natal Tahun 2021 dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

"Perayaan Natal dilaksanakan ditempat tertutup (gereja/gedung), dengan beberapa persyaratan. Pertama, memastikan seluruh area dan gedung bersih serta melakukan penyemprotan desinfektan sebelum dan sesudah digunakan," ungkapnya.

"Jumlah peserta sebanyak 50 persen dari kapasitas gereja/gedung, memastikan seluruh peserta ibadah menggunakan masker," terangnya.

Berikutnya, ia mengatakan bahwa tidak diperkenankan membuat arak-arakan, dan kegiatan bersifat kelompok.

"Tidak diperkenankan arak-arakan/pawai, menampilkan koor, vocal group, taritarian/tortor, pesta kembang api/mercon, lelang, dan kegiatan lainnya yang dianggap dapat menimbulkan kontak fisik," terangnya.

"Peserta yang hadir diutamakan berasal dari warga daerah sekitar dan bagi peserta dari luar wilayah Kabupaten Toba yang ikut merayakan natal wajib menunjukkan surat keterangan vaksinasi Covid-19 dosis 2 (dua) dan hasil PCR (3x24 jam)/rapid tes antigen (1x24 jam) negatif," sambungnya.

Ia juga mengatakan bahwa setiap warga embatasi waktu penyelenggaraan kegiatan sampai dengan pukul 19.00 WIB.

"Menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan 5M," terangnya.

Berikut aturan ibadah 

1. Mengatur jarak paling dekat 1 (satu) meter dengan memberikan tanda khusus pada lantai atau kursi.

2. Menyediakan hand sanitizer, masker, dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

3. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk setiap jemaat/umat menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun).

4. Melarang jemaat/umat dengan kondisi tidak sehat mengikuti pelaksanaan kegiatan perayaan natal.

5. Kantong kolekte, ditempatkan pada tempat tertentu dan tidak diedarkan.

6. Memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan Perayaan Natal.

4. Kegiatan Perayaan Natal tidak diperkenankan dilaksanakan diluar gedung (area terbuka).

Hal ini disampaikan dalam Surat Edaran Nomor : 440/ 5229 ISatgas/Covid-19/2021.

Dikutip dari Tribun Medan