Cari

UPDATE Longsor di Sibolangit, Arus Lalu Lintas Dibuka Kembali Namun Harus Hati-hati

Posted 17-11-2021 10:24  » Team Tobatimes
Foto Caption: Material longsor menutup jalur utama penghubung dari Kota Medan menuju Kabupaten Karo tepatnya di Jalan Jamin Ginting, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Selasa (16/11/2

TOBATIMES, MEDAN - Jalur lintas utama penghubung Kota Medan menuju Berastagi, Kabupaten Karo yang sempat putus akibat longsor di kawasan Sibolangit telah dibuka kembali, Rabu (17/11/2021).

"Saat ini untuk arus dua arah Medan - Berastagi sudah dibuka kembali," kata Wakasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Edward Nauman Saragih. 

Dikatakannya, sejak pagi tadi pekerjaan untuk pembersihan material longsor usai dilakukan. 

Meski begitu, beberapa personel dari kepolisian masih tetap berjaga di lokasi untuk mengatur kelancaran lalu lintas. 

Selain itu, alat berat untuk membersihkan material juga masih stand by di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. 

"Ya kita pastinya stand by serta alat berat di lokasi. Sekaligus untuk mengatur jalannya arus lalu lintas," ujarnya.

"Tentunya kami imbau masyarakat yang memang melewati jalur Medan - Berastagi agar tetap hati - hati," tutupnya..

Sebelumnya diberitakan, Jalur lintas utama penghubung Kota Medan menuju Berastagi Kabupaten Karo, terputus akibat longsor, Selasa (16/11/2021).

Berdasarkan informasi yang didapat, longsor ini terjadi di kawasan Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Akibat peristiwa longsor ini, akses utama lalulintas antar kabupaten bahkan provinsi ini terputus sejak beberapa jam lalu.

Dengan kondisi tersebut, arus lalu lintas dari kedua arah ini mengalami kecamatan yang cukup panjang.

Saat dikonfirmasi, pihak Balai Besar Jalan Nasional (BBPJN) PPK BBPJN Kementerian PUPR Faisal, menjelaskan sampai sekarang kondisi di lokasi material longsor masih menutup jalur.

Dirinya mengatakan, untuk langkah awal pihaknya telah mengerahkan alat berat ke lokasi untuk proses evakuasi.

"Menurut informasi dari lapangan, kondisi masih hujan. Alat kita sudah standby di lokasi," ujar Faisal.

Ketika ditanya mengenai proses evakuasi, dirinya mengatakan jika pihaknya masih melihat seperti apa kondisi yang ada di lapangan.

Dikarenakan kondisi di lokasi kejadian masih sedang diguyur hujan deras, pihaknya masih ingin memastikan kondisi aman sebelum melakukan langkah selanjutnya.

"Kita masih menunggu hujan reda, tapi nanti akan kita lihat kondisi yang aman untuk kita bekerja. Setelah kondisi aman, baru kita lakukan normalisasi," katanya.

Jika nantinya pengerjaan pembersihan sudah bisa dilakukan, material longsoran ini akan ditempatkan di lokasi yang lebih aman terlebih dahulu seperti di tepi jalan.

Pasalnya, jika langsung dibuang di jurang yang berada di sebelah jalan tersebut ditakutkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Apalagi ini malam, kita tempatkan di tempat yang aman dulu. Besok baru kita angkut," ucapnya.

Sebagai informasi, longsor di kawasan Desa Bandar Baru ini terjadi sekira pukul 17.45 WIB.

Akibat kejadian longsor ini, tidak sampai menimbulkan korban namun dikarenakan material longsor menutup jalan arus lalu lintas menjadi terputus sementara sambil menunggu normalisasi

Dikutip dari Tribun Medan