Cari

Polisi Dihajar Warga Gegara Minta Uang Damai di Medan Bakal Diproses Pidana

Posted 13-11-2021 11:51  » Team Tobatimes
Foto Caption: Ilustrasi (detik.com)

TOBATIMES, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Panca Putra mengecek langsung penanganan terkait oknum polisi yang viral dikerumuni dan disertai narasi dihajar massa gegara meminta uang di Medan. Panca akan menindak tegas oknum tersebut sesuai aturan berlaku.

Baca Juga Polisi Dihajar Massa Gegara Minta Uang Damai Tilang di Medan

"Saya ngecek, penanganan oleh Polrestabes Medan terkait dengan berita viral adanya anggota Polri, oknum anggota Polretabes khususnya Polsek Delitua yang melakukan modus operandi memeras masyarakat, saya bilang itu memeras masyarakat dengan modus pura-pura dikatakan bahwa dia melakukan pelanggaran," kata Panca kepada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Panca mengaku baru saja tiba dari Nias. Dia langsung mengecek ke Polrestabes Medan bagaimana proses penanganannya.

"Pak Kapolretabes saya perintahkan untuk tangani kemarin begitu viral itu untuk berikan sanksi yang ketat," sebut Panca.

Panca mengatakan oknum tersebut telah ditahan di ruang tahanan khusus. Dia meminta kasus tersebut diusut tuntas.

"Sejak tadi malam yang bersangkutan sudah ditempatkan ditempat khusus dan saya minta itu proses harus tuntas," sebut Panca.

Panca menegaskan masih banyak anggota Polri yang baik bekerja melayani masyarakat. Jika dia mencederai organisasi, harus ditindak tegas.

"Masih banyak orang-orang yang baik, masih banyak anggota Polri yang baik, yang bekerja pagi siang malam untuk melayani masyarakat. Kalau anggota seperti ini, mencederai nama baik organisasi harus kita kasih tindakan tegas, seperti itu," sebut Panca.

Panca juga menegaskan, selain ditempatkan di ruang khusus, oknum itu diproses disiplin. Oknum itu juga bakal diproses kode etik hingga pidananya.

"Proses hukumnya tidak hanya disiplin tapi kode etik, termasuk pidana," ucap Panca

Panca meminta maaf kepada masyarakat jika ada anak buahnya melakukan pelanggaran. Ke depan, Panca berharap, jika masyarakat mendapat perlakuan demikian, sampaikan kepadanya. Dia bakal menindak tegas.

"Saya pada kesempatan ini mohon maaf pada masyarakat kalau masih ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran seperti ini. Tapi nggak usah ragu, percayakan, sampaikan pada saya dan saya akan tindak tegas," ucap Panca.

"Ini tolong dibantu lakukan pengawasan masyarakat semakin baik, semakin pintar, dan ini saya kalau anggota yang salah tidak boleh kita setengah-setengah hati. Harus tegas juga," sebut Panca.

Sebelumnya, video menunjukkan seorang pria berseragam polisi dikerumuni warga dengan narasi dihajar massa viral di media sosial (medsos).

Peristiwa itu terjadi gara-gara pria itu dicurigai warga sebagai polisi gadungan. Polda Sumut pun memberi penjelasan soal peristiwa itu.

Dilihat detikcom, Jumat (12/11), tampak pria berseragam polisi itu dikerumuni masyarakat. Pria itu ditanyai oleh sejumlah warga.

Dia diminta menunjukkan identitasnya. Warga terlihat memaksa pria berseragam polisi itu membuka helm dan membuka rompi.

Pengunggah menyebut peristiwa itu terjadi di Jalan Dr Mansyur, Medan. Menurut pengunggah, pria itu mengaku Bripka P dan bertugas di Polsek Delitua.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, membenarkan kalau Bripka P memang anggota kepolisian.

"Betul," kata Hadi saat dimintai konfirmasi.

Hadi mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (11/11) sore. Dia mengatakan kasus itu berawal saat seorang wanita mengendarai sepeda motor datang dari arah USU menuju ke Jalan Setia Budi.

Saat melintasi simpang Kolam Renang Selayang, wanita itu disetop oleh Bripka P yang memakai baju dinas tanpa pangkat dengan mengendarai sepeda motornya. Bripka P disebut menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan wanita itu.

Wanita itu disebut tidak memiliki SIM. Bripka P diduga meminta sejumlah uang kepada wanita itu dan dipergoki oleh warga.

Warga yang melihat meminta agar wanita itu tidak memberikan uang tersebut. Masyarakat menduga Bripka P merupakan polisi gadungan karena tidak ada pangkatnya.

Warga kemudian berkerumun dan datang ke Polsek Sunggal membawa Bripka P serta pengendara berinisial NW. Bripka P kemudian diperiksa.

"Terhadap Bripka P telah dilakukan pemeriksaan urine dengan hasil negatif," ujar Hadi.

Dikutip dari Detik.com