Cari

Isu Ketidaknetralan Pendeta Ressort HKBP Bangun Marturia pada Pilkades Bangun 1 Dairi Berakhir dengan Mediasi

Posted 11-11-2021 12:08  » Team Tobatimes
Foto Caption: MEDIASI: Praeses HKBP Distrik VI Dairi, Pdt Sampur Simanullang pimpin mediasi didampingi tokoh masyarakat, tokoh adat, Kapolsek Parbuluan meneyelesaikan terkait tudingan ketidaknetralan Pdt Esron Ambarita, Minggu (7/11) di Gereja HKBP Bangun. Foto/SIB Tulus Tarihoran

TOBATIMES, SIDIKALANG - Praeses HKBP Distrik VI Dairi, Pdt Sampur Simanullang bersama para tokoh dan kepolisian melakukan mediasi antara Pdt Esron Ambarita dengan masyarakat di Gereja HKBP Bangun, Minggu (7/11). Mediasi dilakukan terkait adanya tudingan tidak netral pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bangun 1, Kecamatan Parbuluan Dairi.

Pdt Esron Ambarita menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, terkhusus seluruh jemaat HKBP Bangun. Usai ibadah, acara mediasi dipimpim Pdt Sampur Simanullang, dihadiri Kapolsek Parbuluan, Iptu Agoes Santoso, tokoh masyarakat, Saut Ujung (Ketua MPC Pemuda Pancasila Dairi), tokoh adat, Soara Capah, Pendeta HKBP Ressort Bangun Marturia, Pdt Esron Ambarita, parhalado dan jemaat HKBP Bangun.

Sampur Simanullang mengatakan, mediasi dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di antara jemaat maupun masyarakat Bangun 1. Jemaat HKBP Bangun harus saling menjaga, agar tercipta kekondusifan hingga terpilih nantinya kepala desa yang terbaik dan tidak ada perpecahan jemaat, maupun keributan pada masyarakat.

"Pilkades Bangun 1 berjalan dengan aman, lancar dan terkendali, serta segala tudingan dan masalah selesai sampai di sini," ucapnya.

Sementara itu, Saut Ujung berpesan agar semua bisa menahan diri dan saling memaafkan bilamana ada kekurangan, karena tidak ada manusia yang sempurna.

Soara Capah salah satu tokoh adat Marga Capah mengaku terpanggil untuk menemui pendeta dan untuk menenangkan situasi. Mungkin ada kesalahpahaman, tetapi hal itu harus bisa dimaafkan, sehingga tidak terjadi perpecahan. Ia mengingatkan semua, bahwa mulai dari dulu, tidak pernah ada masalah Pilkades, Pilkada maupun Pileg dan tidak ada keributan di Desa Bangun 1 dan sekitarnya.

Ia mengaku kecewa melihat situasi di media sosial terkait Pilkades Bangun 1. Pilkades Bangun 1 lebih panas bagi orang luar. Diharapkan semua masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial. Harusnya, media sosial digunakan untuk hal- hal yang positif. Mari mengimbau keluarga, untuk berhati- hati memggunakan media sosial.

Ia juga menambahkan, sebagai tokoh adat, tetap berjuang untuk menjaga situasi aman hingga pemilihan Kades pada 25 November dan juga setelah selesai. "Jangan memaksakan pilihanmu kepada orang lain, agar Pilkades aman dan lancar," ucapnya.

Kapolsek Parbuluan, Agoes Santoso mengimbau seluruh jemaat HKBP Bangun dan masyarakat, agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pilkades maupun setelah selesai. Kepolisian bertugas memberikan keamanan dan rasa nyaman kepada seluruh masyarakat. Namun, bagi siapa yang menimbulkan keributan, akan ada konsekuensi hukum. Ia juga mengimbau tokoh masyarakat saling bahu- membahu menjaga situasi keamanan.

Pdt Esron Ambarita meminta kepada tokoh masyarakat dan tokoh adat, agar meminta masyarakat yang memosting tudingan ketidaknetralan dihapus dari Facebook, karena permohonan maaf sudah disampaikan kepada jemaat baik secara langsung kepada jemaat saat ibadah maupun melalui media. "Kami meminta agar postingan terkait tudingan ketidaknetralan segera dihapus, agar tidak ada lagi permasalahan di kemudian hari," ucapnya.

Kemudian beberapa mewakili jemaat, mengapresiasi mediasi yang dilakukan Preases Distrik VI Dairi, tokoh masyarakat, tokoh adat serta kepolisian, untuk mengantisipasi perpecahan dan hal- hal yang tidak diinginkan. Disebutkan, sesama jemaat HKBP Bangun sampai saat ini, tidak ada perpecahan. Memang di media sosial banyak informasi yang tidak pasti kebenarannya, terkait situasi di Bangun 1.

Dikutip dari Harian SIB