Cari

Kejati Sumut Bidik Proyek Jalan Parsoburan yang Bikin Edy Rahmayadi Murka

Posted 08-11-2021 10:59  » Team Tobatimes
Foto Caption: Foto yang diduga kondisi jalan di Parsoburan-Batas Labuhanbatu Utara (Labura) yang berada di Kabupaten Toba.

TOBATIMES.COM, MEDAN - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) tengah 'membidik' proyek jalan senilai Rp 24 miliar diduga dikerjakan asal jadi di Parsoburan (Kabupaten Toba)-Batas Labuhanbatu Utara (Labura).

Proyek ini sebelumnya membuat Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi 'murka', lantaran sudah rusak, padahal baru dikerjakan.

"Iya, kami sudah dapat info masalah itu. Sedang kami telaah," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut, Muhammad Syarifuddin, Senin (8/11/2021).

Ia menuturkan, Kejati Sumut akan mendalami masalah ini setelah proyek jalan tersebut selesai diserah terimakan.

"Karena proyek ini baru selesai sesuai kontrak bulan Oktober 2021, kemungkinan kita baru bisa masuk setelah selesai serah terima akhir pekerjaan," ucapnya.

Terkait adanya dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jalan tersebut, Syarifuddin mengaku bekum dapat berkomentar panjang.

Ia mengatakan akan melakukan pengecekann terlebih dahulu setelah serah terima pekerjaan selesai.

"Tapi nanti kita cek dulu,"  pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes John Carles Edison Nababan juga mengatakan hal serupa.

Pihaknya akan mengecek terlebih dahulu proyek diduga sarat korupsi ini.

"Segera kami cek," kata John, Sabtu (6/11/2021). 

Diketahui, proyek ini sempat membuat kesal Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. 

Pasalnya, proyek jalan senilai Rp 24 miliar itu diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi.

Adapun proyek jalan senilai Rp 24 miliar itu berada di Parsoburan (Kabupaten Toba)-Batas Labuhanbatu Utara (Labura).

Menurut informasi, proyek ini baru saja dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Sumut.

Baru saja dikerjakan, jalan kembali rusak.

Dari foto yang ada, terlihat aspalnya mengelupas.

Kondisi jalan kupak-kapik, padahal anggaran yang digelontorkan tidak main-main.

"Enggak ada ampun soal yang begini. Rakyat kita ini yang penting," kata Edy Rahmayadi, Jumat (5/11/2021).

Dia berterima kasih sudah menginformasikan adanya kejanggalan proyek tersebut.

Menurut Edy Rahmayadi, dia sendiri yang akan menindak anak buahnya, selaku pemegang proyek diduga asal-asalan tersebut.

"Kita tindak. Saya sampaikan terima kasih masukan ini," kata Edy Rahmayadi.

Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut Bambang Pardede mengatakan proyek ini dikerjakan sejak 16 April 2021.

Proyek tersebut ditargetkan rampung selama 180 hari. 

Bambang menyebutkan telah menurunkan tim uji ketik Laboratorium Dinas BMBK ke lapangan untuk mengecek base sebagai dudukan aspal, aspal, dan pelaksanaan drainase sekaligus mutu betonnya. 

Dari hasil pemeriksaan uji petik ini, tim kemudian merekomendasikan sejumlah hal.

Pertama perhitungan ulang kembali ketebalan karena belum sesuai dengan volume yang direncanakan.

"Perintah pembongkaran aspal yang tidak sesuai dengan mutu yang direncanakan sekaligus perbaikannya dan pembongkaran saluran samping/drainase sekaligus perbaikannya," kata Bambang.

Karena sarat dugaan 'korupsi', sejumlah pihak mendesak Gubernur Sumut segera melakukan tindakan.

Mengingat proyek ini anggarannya terbilang fantastis, namun hasilnya buruk

Dikutip dari Tribun Medan