Cari

Rekayasa Cuaca di Danau Toba Berhasil Naikkan Permukaan Air yang Sempat Surut

Posted 03-11-2021 14:24  » Team Tobatimes
Foto Caption: Air Danau Toba kembali naik setelah dilakukan rekayasa cuaca sejak 15 Oktober 2021 lalu, Rabu (3/11/2021).(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI)

TOBATIMES.COM - Pengelolaan TMC Badan Riset dan Inovasi Nasional sempat melakukan rekayasa cuaca di kawasan Danau Toba.

Tujuan rekayasa cuaca di Danau Toba tak lain untuk menaikkan permukaan air yang sempat turun hingga 15 sentimeter.

Setelah rekayasa cuaca dilakukan sejak Jumat, 15 Oktober 2021 lalu, permukaan air Danau Toba kembali naik.

"Saat ini permukaan air di Danau Toba naik setinggi 12 sentimeter," kata Koordinator Lapangan Perekayasa Pengelolaan TMC Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dwipa Wirawan, Rabu (3/11/2021).

Dwipa mengatakan, langkah seperti ini akan terus dilakukan bilamana kembali terjadi anomali terhadap kondisi tinggi air di Danau Toba.

Dia menjelaskan, bahwa langkah ini sudah mendapat izin dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Adapun rekayasa cuaca dilakukan dengan cara penyemaian awan menggunakan bahan semai berbasis flare atau suar.

"Rekayasa cuaca (penyemaian awan) kali ini di daerah tangkapan air Danau Toba tidak lagi menggunakan bahan semai micro powder NaCl (garam), melainkan menggunakan bahan semai berbasis flare atau suar," terangnya. 

Ia menjelaskan, bahwa flare ini diproduksi oleh PT Pindad.

"Flare ini diproduksi oleh PT Pindad (persero) dengan nama CoSAT 1000 (Cloud Seeding Agent Tube 1000) yang merupakan hasil pengkajian dan pengembangan alih teknologi yang dilakukan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca - Badan Pengakajian dan Penerapan Teknologi yang saat ini telah bergabung dibawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional," pungkasnya.

Dikutip dari Tribun Medan