Cari

Ada Pembayaran Saat Butuh Darah di PMI Siantar. Ini Penjelasan dr. Abadi Sinaga

Posted 29-10-2021 13:00  » Team Tobatimes
Foto Caption: dr.Abadi Sinaga dari PMI Kota Pematangsiantar

TOBATIMES.COM, SIANTAR - Sesuai Surat Keputusan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pematangsiantar No.017/1.02.09/SK-BPPD/III/2017 tentang penetapan biaya pengolahan darah per kantong senilai Rp.360 ribu banyak menuai pro dan kontra, pasalnya setelah diberlakukannya SK tersebut banyak masyarakat yang tidak mengetahui kemana saja biaya itu.

Saat diwawancara, dr.Abadi Sinaga dari PMI Kota Pematangsiantar menyatakan bahwa uang yang diperoleh dari hasil pembayaran pasien yang membutuhkan darah dipergunakan untuk keperluan Service cost setiap kantongnya, seperti penggunaan kantong darah, pengecekan RH dan HB, pengecekan Siphilis, pengecekan Hepatitis B dan C serta HIV dan juga Croosmathing.

Masing-masing pengecekan dikenakan biaya, harga pengecekan pun sangat bervariasi, di mulai dari Rp. 35 ribu hingga Rp. 85ribu.

“Itulah yang kami sayangkan dek, masih banyak masyarakat Siantar ini yang belum paham, 360 ribu itu bukan untuk kami yang ada di PMI ini, ini untuk biaya Service cost, apalagi yg dari rumah sakit, itu memang Pasien yang menduluankan uang pembayaran darahnya di PMI, kalau dia pasien BPJS nanti biayanya akan diclaim dan diganti oleh pihak Rumahsakit,” Ucapnya saat diwawancara di PMI, Rabu (27/10/21)

Dalam hal ini, dr.Abadi Sinaga sangat berharap kepada awak media agar mampu memberitakan hal ini kekhalayak umum.

“Karena kejadian ini, bukan sekali dua kalikan dek, kita kerap kali diserang kemana uang 360rb itu, padahal sudah kami letak pemberitahuannya didepan kasir, kalau dari rumah sakit biasanya itu nanti di klaim sama mereka, jadi uang pasien tadi balik lagi ke kantong pasien lagi” (tambahnya lagi)

Dalam wawancara dr.Abadi Sinaga juga menyampaikan ajakan bagi masyarakat agar ikut serta dalam mendonorkan darahnya, sebab darah tidak selalu ada stock, terlebih darah yang sangat sulit didapatkan seperti darah AB.

“Nah, untuk mendapatkan darah inipun dek kami sosialisasi, rutin ikut kegiatan sana sini agar bisa mendapatkan darah untuk stock di PMI, karena kalau menunggu para pendonor untuk datang ke PMI kemungkinan kecil sedikit dek,’ucapnya di akhir wawancara. (Suci)

Dikutip dari Newscorner.id