Cari

Aipda Monang Ambarita Dipindah Tugas Setelah Video Pemeriksaan Handphone Warga Viral

Posted 20-10-2021 12:05  » Team Tobatimes
Foto Caption: Aipda Monang Ambarita

JAKARTA - Sosok Aipda Monang Parlindungan Ambarita dikenal luas netizen berkat konten-konten viralnya di media sosial.

Sosok polisi yang kerap melucu saat menjalankan tugas kerap kali membuat sosok polisi artis ini begitu dikenal.

Aipda Ambarita adalah anggota Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Timur yang juga dikenal sebagai ketua Tim Raimas Backbone.

Melalui Tim Raimas Backbone, sepak terjang Ambarita makin dikenal luas masyarakat dalam mengamankan situasi keamanan di wilayah Jakarta Timur.

Seluruh kegiatan Tim Raimas Backbone hampir setiap hari diunggah ke YouTube bahkan mendapat tempat di salah satu program kriminal di Stasiun Televisi Swasta.

Raimas Backbone merupakan singkatan tim pengurai massa (Raimas).  

Nama Raimas Backbone terinspirasi dari Sabhara Backbone yang sudah lebih dahulu terbentuk.

Raimas Backbone menjadi tim patroli Polres Metro Jakarta Timur sejak 2017.

Tugasnya pun beragam, namun lebih dikenal publik tim yang berpatroli menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Jakarta Timur, khususnya pada malam hari.

Raimas Backbone Polres Metro Jakarta Timur serupa dengan Tim Jaguar Polresta Depok, Tim Tiger Polres Jakarta Utara atau tim-tim patroli kecil yang ada di Polres-Polres lain.

Berkat Raimas Backbone, kepopuleran Aipda Ambarita makin moncer karena menyedot penonton hingga jutaan kali.

Tim Raimas Backbone juga sangat rapi dalam mengelola kontennya.

Terbukti, subscriber YouTube-nya mencapai 1,3 juta lebih dengan total tayangan ratusan juta viewer.

Saat berpatroli, Raimas Backbone seringkali menindak kejahatan jalanan dalam patroli rutinnya. Sosok Ambarita dikenal sebagai leader dalam patroli malam hari dan kerap bersinggungan langsung dengan pihak-pihak pengganggu ketertiban hingga pelaku kejahatan.

Aksi-aksi kejahatan seperti tawuran, peredaran narkoba, penjambretan, hingga pembegalan, kerap ditindak oleh tim ini saat dilakukan patroli rutin.

Alhasil, kiprah Raimas Backbone makin eksis di beberapa program televisi swasta di Tanah Air.

Tim Raimas Backbone sendiri lambang burung gagak dan tengkorak yang terkesan sangar.  

Tak hanya di YouTube, akun Instagram @raimasbackbone juga menjadi media untuk mendekatkan dengan khalayak yang menjadi pemirsa setianya.

Tim yang memiliki semboyan melindungi, mengayomi, melayani, dan agar dicintai masyarakat sudah mencapai 230 ribu followers.

Namun, aksi Aipda Ambarita yang sejak 2017 lalu menjadi pionir Raimas Backbone dipastikan selesai.

Aipda Ambarita baru saja mendapat tugas baru karena dimutasi ke Bidang Humas Polda Metro Jaya.

Wajah Ambarita yang khas dan kerap melucu kemungkinan besar tak akan menghiasi lagi konten YouTube Raimas Backbone.

Pemindahan Aipda Ambarita pun dengan sejumlah alasan-alasan tertentu.

Salah satunya bakat bermedsos dan keramahannya dinilai dibutuhkan untuk memulai tugas barunya di Polda Metro Jaya.

"Kita butuh orang-orang yang expert di bidangnya, terutama di Humas. Pak Ambarita juga demikian, beliau senang bermain medsos kebetulan pengelola medsos di Polda Metro Jaya ini adalah di Bidang Humas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (19/10/2021).

Aipda Ambarita akan memulai tugas barunya sebagai Bintara Bid Humas Polda Metro Jaya.

Mutasi itu sesuai Surat Telegram Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bernomor ST/458/X/KEP./2021 tanggal 18 Oktober 2021 yang ditandatangani oleh Karo SDM Polda Metro Jaya, Kombes Putra Narendra.

Pemeriksaan Ponsel Warga

Mutasi Aipda Monang Ambarita diduga terkait video viral pemeriksaan paksa ponsel seorang warga di media sosial.

Tayangan tersebut merupakan tayangan lama, namun kini kembali viral.

Terkait video tersebut Kompolnas buka suara dan memberikan penjelasan.

Dalam video itu tampak seorang polisi dengan nama Aipda Ambarita bersama anggota lainnya sedang melakukan razia patroli malam.

Kemudian ia meminta ponsel seorang warga untuk diperiksa.

Tampak pemilik ponsel sempat menolak dan mempertanyakan tujuan polisi lantaran merasa mengganggu privasinya.

Namun polisi itu bergeming, bahkan rekannya yang lain mendukung tindakan itu.

Video itu diunggah di akun TikTok @donikusuma1999.

Terkait tindakan polisi itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti mengaku tak mengetahui konteksnya lantaran rekaman yang ditunjukkan tak utuh.

Ia menjelaskan, tindakan anggota yang mengambil ponsel milik orang lain tanpa dasar hukum dan surat perintah merupakan hal yang keliru.

"Itu keliru. Bahkan di KUHAP, untuk penyitaan barang yang diduga berkaitan dengan kejahatan saja harus dengan ijin pengadilan," kata Poengky.

Poengky berharap, pimpinan kepolisian memberikan perhatian dan menindaklanjuti video yang beredar itu.

Ia juga berharap seluruh anggota Polri harus berhati-hati menjalankan tugas.

Hal itu lantaran pengawas Polri tak hanya berasal dari internal saja seperti kompolnas.

Tetapi masyarakat juga menjadi pengawas bagi semua anggota.

Dikutip dari Tribun Medan