Cari

Sang Pembunuh Sadis yang Bantai Ayahnya di Samosir Diamankan Polisi ke Rumah Sakit Jiwa

Posted 18-10-2021 10:57  » Team Tobatimes
Foto Caption: Di tempat kejadian perkara (TKP, petugas kepolisian menemukan mayat tanpa kepala tergeletak di depan pintu rumah korban. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (16/10/2021) sekira 20.00 WIB di Sitorang Nabolon Dusun III Desa Sihusapi Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

SAMOSIR - Sebuah peristiwa nahas menimpa seorang ayah di Samosir.

Peristiwa ini sontak menggemparkan wilayah tersebut karena pembunuhan yang sangat sadis.

Betapa tidak, sang ayah dibantai oleh anaknya sendiri, yang bernama Budianto.

Budianto dikenal masyarakat sekitar sebagai orang dalam gangguan jiwa. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (16/10/2021) sekira 20.00 WIB di Sitorang Nabolon Dusun III Desa Sihusapi Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

"Kalau kesehariannya ya di rumahlah. Soal persoalan terakhir dengan orangtuanya enggak ada. Dia secara tiba-tiba mukul ibunya lalu mukul ayahnya itu," ujar Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono saat dikonfirmasi tribun-medan.com pada Minggu (17/10/2021).

Dari keterangannya, ia mendapatkan informasi bahwa Budianto pernah dipasung pada tiga bulan yang lalu dan kemudian dibebaskan dengan tetap memberikan asupan obat oleh orangtuanya.

Kemarahan Budianto sontak terjadi hingga ayahnya tewas mengenaskan.

"Dia kan orang dalam gangguan jiwa. Dari informasi yang kita dapatkan, ia pernah dipasung pada tiga bulan yang lalu. Lalu, dia diberi obat, mungkin karena sudah habis obatnya, itulah kejadian itu," ungkapnya.

"Nah waktu dia itu mukul ibunya, ayahnya marahi dia. Lalu, ia kejar dan pukul hingga terjadilah pembacokan itu sampai ayahnya tewas," sambungnya.

Ia mengisahkan bahwa reaksi yang timbul dari Budianto memperlihatkan seorang yang dalam kondisi mengalami gangguan kejiwaan.

Walau tidak ada perlawanan kepada petugas, namun pihaknya tidak memberikan kesempatan bagi Budianto lepas.

"Kalau dari reaksinya, nampaklah dia ada gangguan jiwa. Dia enggak ada perlawanan setelah kita amankan," sambungnya.

Dengan demikian, Budianto bakal dibawa ke Rumah Sakit Jiwa yang ada di Medan untuk menjalani observasi. Walaupun proses observasi, penahan terhadap Budianto tetap dilakukan.

"Hari ini, kita rencanakan diobservasi di Rumah Sakit Jiwa yang ada di Medan. Proses hukum tetap berjalan, kita lakukan penahanan sambil menunggu hasil observasi dari RSJ di Medan," terangnya.

"Orang sekitar sudah pada tahu kalau dia itu punya gangguan jiwa. Pemukimannya pun berada jauh dari rumah masyarakat lainnya," sambungnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut.

"Hingga saat ini, kita masih mendalami informasi yang sudah kita dapatkan kita tadi," katanya.

Polisi Sebut Budianto Situmorang Pernah Dipasung

Warga Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, digemparkan peristiwa pembunuhan sadis dalam satu keluarga.

Peristiwa pembunuhan sadis dan mengerikan ini tepatnya di Dusun III, Desa Sihusapi, Kecamatan Simanindo.

Pelaku diketahui bernama Budianto Situmorang.

Ia tega penggal kepala ayahnya, Sampe Raja Tua Situmorang, saat makan malam.

Sang ibu, Kostaria Simarmata, tak luput dari serangan Budianto Situmorang.

Kabar terakhir yang diterima Tribun-Medan.com, Kostaria Simarmata saat ini kritis akibat dianiaya oleh pelaku.

Menurut kepolisian, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

Sebelumnya Budianto Situmorang sudah pernah dipasung karena adanya gangguan jiwa..

Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono mengatakan, peristiwa mengerikan ini terjadi pada Sabtu (16/10/2021) sekira pukul 20.00 WIB.

"Menurut informasi, pelaku tiba-tiba saja mengamuk," kata Suhartono, Minggu (17/10/2021).

Saat kejadian, Sampe Raja Tua Situmorang tengah makan malam bersama sang istri.

Budianto, yang sebelumnya berada di kamar, tiba-tiba datang dan langsung memukul kepala ayahnya dengan kayu.

Tak sampai di situ, Budianto mengambil parang yang ada di dalam rumah. 

"Pelaku tiba-tiba keluar dari dalam kamar dan memukul pakai kayu. Kemudian, pelaku mengambil parang untuk membacok ayahnya. Lalu menyeretnya keluar rumah," terang Suhartono.

Setelah berada di luar rumah, pelaku menghabisi ayahnya menggunakan kapak yang biasanya digunakan untuk membelah kayu bakar.

Setelah kepala Raja dipenggal anaknya, tubuh korban dibiarkan tergeletak begitu saja di halaman rumah.

Tidak sampai di situ, Budianto turut megeluarkan organ hati ayahnya.

Isi tubuh tersebut kemudian dibuang pelaku.

Selain membantai ayahnya hingga meninggal dunia, Budianto juga melukai ibunya, Kostaria Simarmata.

Kostaria Simarmata berhasil diselamatkan, dan dibawa ke RSUD Hadrianus Sinaga Pangururaan, Samosir.

Saat tiba di TKP, saksi Brigadir Reno HT Manik menemukan mayat tanpa kepala tergeletak di depan pintu rumah korban.

Sedangkan terduga pelaku masih berada di dalam rumah.
Polisi menyuruh terduga pelaku untuk keluar dari dalam rumah dan menyerahkan diri.

Kemudian terduga pelaku pun keluar dari dalam rumah dan langsung diserahkan ke Sat Reskrim Polres Samosir.

Menurut AKP Suhartono, sementara ini pelaku tega menghabisi ayahnya karena diduga mengalami gangguan jiwa.

"Diduga mengalami gangguan jiwa dan sebelumnya juga sudah pernah dipsung,"ujar AKP Suhartono.

Dikutip dari Tribun Medan