Cari

Buru Preman Penganiaya Pedagang Sayur, Aipda Luhut Munthe Tewas Kejar Tersangka

Posted 15-10-2021 11:42  » Team Tobatimes
Foto Caption: Pedagang sayur menjadi korban penganiayaan preman di Pasar Gambir (kiri). Aipda Luhut Munthe meninggal dunia kecelakaan saat mengejar para tersangka lainnya (kanan).

MEDAN - Seorang petugas Polda Sumut, Aipda Luhut Munthe, meninggal dunia, Rabu (14/10/2021).

Aipda Luhut Munthe meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas.

Hal itu saat mengejar tersangka kasus penganiayaan pedagang Pasar Gambir.

Sebelumnya, tiga pria yang diduga terlibat dalam penganiayaan yang dilakukan Beni Saputra dan kawan-kawan terhadap pedagang sayur di pasar Gambir, Liti Wari Iman Gea masih berkeliaran.

Sementara pentolannya, yakni Beni Saputra sudah ditangkap dan ditahan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, Aipda Luhut Munthe meninggal akibat kecelakaan saat sedang perjalanan tugas di Jalan Medan-Tanjungmorawa KM 18,5 atau tepatnya di depan Pabrik Indofood.

"Kabar duka bagi kita. Beliau gugur dalam bertugas," katanya, Kamis (14/10/2021).

Sumber mengabarkan, pada hari Selasa (12/10/2021), personel Ditreskrimum Polda Sumut mencari Fery dan Dedek, dua orang tersangka penganiayaan Liti Wari Iman Gea.

Sekitar pukul 22.00 WIB, petugas mengetahui bahwa Ardinal Nasution alias Dedek sedang bersembunyi di Galang, Kabupaten Serdangbedagai.

Selanjutnya personel memeriksa nomor ponsel diduga milik tersangka Dedek.

Selanjutnya, pukul 23.30 WIB, tim berangkat mengendarai tiga unit mobil berangkat ke Galang untuk mencari Dedek.

Pada hari Rabu sekitar pukul 02.30 WIB di Galang, Kabupaten Sergei, tim behasil mendapatkan diduga nomor ponsel milik Dedek. Namun, setelah ditelusuri itu bukanlah nomor tersangka. 

Karena target tidak ditemukan, sekitar pukul 03.00 WIB, tim kembali ke Medan dengan beriringan.

Sekitar pukul 04.00 WIB , saat melintas di Jalan Medan-Tanjungmorawa KM 18,5, tepatnya di depan pabrik Indofood, mobil yang ditumpangi oleh empat personel menabrak truk kontainer yang terparkir tanpa tanda peringatan.

Akibat kecelakaan itu, seorang petugas mengalami luka serius dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan.

Selanjutnya, korban dilarikan ke RS Grand Medistra Lubuk Pakam untuk mendapatkan perawatan medis.

Pukul 11.47 WIB, Aipda Luhut Munthe dinyatakan meninggal dunia. 

TIGA Preman yang Diduga Aniaya Pedagang Pasar Gambir Masih Berkeliaran

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meminta supaya ketiga preman itu segera menyerahkan diri.

Panca menegaskan tak akan segan-segan untuk menjemput paksa mereka jika upaya-upaya tersebut tak segera dilakukan.

"Saya menghimbau dengan segenap hati dan saya yakin dalam waktu yang dekat jika tidak dilakukan kita akan melakukan upaya paksa," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Selasa (12/10/2021) malam.

Sebagaimana dalam pemberitaan Tribun Medan sebelumnya, pada Minggu (5/9/2021) lalu, seorang pedagang sayur di pasar Gambir, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan diduga dianiaya oleh sejumlah preman karena menolak membayar biaya lapak kepada Beni dan kawan-kawan sehingga memicu keributan.

Akibatnya, pedagang dan Beni saling lapor ke Polsek Percut Sei Tuan untuk mencari keadilan.

Bukannya selesai, keduanya malah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Percut Sei Tuan hingga memicu kehebohan, dimana pedagang sayur yang dianiaya pun jadi tersangka.

Meski demikian, Polda Sumut telah mempertemukan dua pihak yang saling berseteru itu di Mapolda Sumut guna mendengar penjelasan dari keduanya.

Bahkan, akibat kasus ini, Kapolsek, Kanit Reskrim, dan Kanit Res Intel Polsek Percut Sei Tuan telah dicopot dari jabatannya.

Dikutip dari Tribun Medan